BONE – Ada yang berbeda ketika memasuki Desa Bulu Tanah, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone menjelang Hari Ulang Tahun ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Deretan Umbul-Umbul Merah Putih tidak hanya berkibar gagah di depan rumah warga, namun juga menyiratkan nuansa kebersamaan yang kuat ditambah dengan wajah kepemimpinan Kabupaten Bone, H. Andi Asman Sulaiman dan Dr. H. Andi Akmal Pasluddin.
Umbul-umbul ini bukan sembarang dekorasi. Di bagian bawah kain merah putih, tertera tulisan “Visi Misi Maberre: Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan”, lengkap dengan gambar Bupati dan Wakil Bupati Bone. Sebuah simbol nyata bahwa masyarakat dan pemerintah desa bergerak serempak menyambut hari kemerdekaan dengan semangat baru.
“Kami ingin tahun ini terasa berbeda. Umbul-umbul ini bukan sekadar atribut, tetapi juga lambang sinergitas antara masyarakat dan pemerintah Desa Bulu Tanah dalam mendukung pemerintahan Kabupaten Bone,” ujar Kepala Desa Bulu Tanah, H. Rusli, SE.
Ide ini bermula dari rapat desa yang membahas persiapan menyambut 17 Agustus. Alih-alih hanya berfokus pada lomba atau upacara, pemerintah desa mendorong satu hal yang lebih substansial: menghadirkan semangat nasionalisme dan dukungan terhadap pembangunan daerah dalam simbol yang nyata dan seragam.
Respons warga? Sangat positif. Tak hanya warga di pusat desa, bahkan sepanjang jalan poros, rumah-rumah tampak semarak dengan bendera dan umbul-umbul seragam. Hal menarik lainnya, H. Rusli bahkan secara pribadi memberikan subsidi harga bagi warga yang ingin memasang umbul-umbul tersebut.
“Tidak ada paksaan. Tapi antusiasme masyarakat luar biasa. Mereka paham bahwa ini bagian dari kecintaan terhadap desa dan bentuk penghargaan atas kinerja pemerintah,” sambung H. Rusli.
Lebih dari sekadar hiasan, aksi ini menjadi manifestasi semangat “BerAmal” – akronim dari nama Bupati dan Wakil Bupati Bone, yang kini mulai terasa mengakar di hati masyarakat. Dengan semangat “Bone Maberre”, Bulu Tanah tak sekadar menyambut hari kemerdekaan, tetapi juga menyuarakan harapan: agar pembangunan terus menyentuh desa-desa, dan rasa memiliki terhadap pemerintahan terus tumbuh dari akar rumput.
Menyongsong 17 Agustus 2025, Bulu Tanah menunjukkan bahwa merayakan kemerdekaan bisa dengan cara yang bermakna menyatukan masyarakat, menyemai harapan, dan mengibarkan visi bersama. (*)






