HomeBeritaMeski Dilanda Gempa, Warga Tetap Melakukan Tradisi Sambut Bulan Ramadhan

Meski Dilanda Gempa, Warga Tetap Melakukan Tradisi Sambut Bulan Ramadhan

 

Aktifitas ibu – ibu menyambut bulan suci

MALANG– Belum lama ini gempa bermagnitudo 6,1 menghantam Malang dan sekitarnya. Peristiwa yang menewaskan beberapa orang serta sejumlah bangun rusak, sangat dekat dengan datangnya bulan suci Ramadhan. Kendati demikian tidak menghalangi warga di Dusun Krajan, Desa Majang Tengah, Dampit, untuk melakukan tradisi menyambut bulan Ramadan atau yang biasa disebut megengan.

Salah satu warga, Puji Astutik mengaku tetap menjalankan ‘megengan’ dengan antusias. Hal itu kata dia, beberapa ibu-ibu sibuk melakukan aktifitas memasak untuk disiapkan sebagai menu menyambut bulan suci Ramadan, dan menyiapkan kopi bagi warga laki-laki yang sedang kerja bakti membersihkan puing-puing sisa reruntuhan bangunan akibat gempa.

“Biasanya kami masak sendiri-sendiri kalau menyambut Ramadan, tapi karena sekarang sedang kena musibah jadi ya begini adanya,” katanya, Senin (12/4).

Oleh karena itu, lanjut Puji, dirinya bersama ibu-ibu yang lain gotong royong menyiapkan menu makanan yang digunakan sebagai syukuran untuk menyambut bulan Ramadan yang tepat jatuh pada Selasa (13/4) besok.

“Ini tradisi kami sebagai umat muslim. Meski kami diterpa musibah tapi kami tetap lakukan ini, karena menurut kami ini hanya dilakukan setahun sekali,” jelasnya.

Akan tetapi, tambah Puji, dirinya mengakui jika beberapa warga tidak bisa merayakan bulan suci Ramadan di Musala Busro Latif yang notabenya adalah tempat yang rutin digunakan untuk beribadah. Kali ini mereka akan ‘megengan’ di tenda darurat sebagai rasa syukur bisa kembali berjumpa dengan Ramadan.

“Kami masak sekarang sekalian buat sahur nanti, tapi tidak di Musala Busro Latif soalnya rusak jadi kami takut,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU