KEFAMENANU,- Dalam atmosfer cerah peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, seluruh area Alun-alun SMARTA diwarnai dengan semangat merah dan putih. Balon, umbul-umbul, bahkan bambu berpuasa semuanya menegaskan makna mendalam dari warna kebangsaan. Sebagai simbol Nasionalisme dan identitas bangsa, “merah” merepresentasikan keberanian, sementara “putih” melambangkan kesucian.
Romo Djanurius Mau Kura, Pr akrab disapa Romo Janu, Kepala Sekolah SMARTA menekankan nilai simbolik warna Merah-Putih dalam pidatonya. Seragam merah-putih tidak hanya sekadar pakaian, tetapi juga ajakan.
“Warta Bakti harus berani untuk terus melaju untuk Indonesia maju, jangan berhenti mengayuh supaya SMARTA terus melaju.”
Lebih dari itu, Romo Janu mengutip kata-kata mantan Presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy : “Indonesia adalah dirimu sendiri, jika kamu mampu mengubah dirimu, maka Indonesia akan berubah.” Pernyataan ini mengalir sebagai pesan kuat bukan tentang apa yang diberikan negara kepadamu, melainkan apa yang kau kontribusikan bagi negara.

Warna yang menyatu dalam setiap elemen upacara. Balon, umbul-umbul, bambu dekoratif merah-putih hadir dalam tiada kompromi.
Murid-murid SMARTA sebagian mengenakan baju merah dan celana putih, sedangkan para petugas paskibra tampil dengan seragam nasional sebagai wujud pengabdian khusus dalam upacara.
SMARTA bukan hanya sekadar lembaga pendidikan. Sekolah ini telah menjadi pionir di wilayahnya, memecahkan rekor dengan akreditasi A selangkah lebih dekat menjadi sekolah terbaik di Putaran Nasional.
Lingkungan yang produktif dan berprestasi, dengan tradisi kedisiplinan dan motivasi tinggi, terus berbuah prestasi dari perolehan beasiswa hingga kejuaraan olahraga dan akademik.

Upacara HUT ke-80 RI yang menaburkan semangat merah-putih di SMARTA bukan sekadar peringatan, tetapi media afirmasi nilai semangat patriotik, keberanian, kesungguhan, dan kesucian hati. Simbol dan kata-kata yang tergelar menumbuhkan rasa bangga serta tanggung jawab.
Pemaknaan warna sebagai simbol kehidupan merah dan putih bukan sekedar atribut, melainkan jiwa yang menggugah perubahan, dimulai dari diri sendiri.
Nuansa merah-putih di SMARTA Kefamenanu mengajak kita menyelami makna mendalam dari perayaan Kemerdekaan bukan seremonial semata, tetapi cermin komitmen generasi muda terhadap bangsa.
Di bawah bimbingan pijakan moral dan spiritual seperti Romo Janu, SMARTA tidak hanya mencetak prestasi, tetapi juga karakter. Semoga semangat merah-putih ini tetap berkobar dalam sanubari siswa-siswi SMARTA penggerak perubahan nyata untuk Indonesia yang lebih maju.






