Kabupaten Malang – Beredarnya kabar oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yang diduga ikut mengerjakan proyek Penunujukkan Langsung (PL) di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten setempat, saat ini menjadi perhatian publik.
Terlebih, oknum ASN tersebut berdinas di DPKPCK Kabupaten Malang yang mana, Kepala DPKPCK, Dr. Ir. Budiar, M.Si., saat ini tengah mengikuti Seleksi Terbuka (Selter) calon Sekda Kabupaten setempat.
Menanggapi ramainya kabar tersebut, wartawan media online ini berusaha mengkonfirmasi Inspektorat Kabupaten Malang, dengan harapan dapat menelusuri kebenaran kabar tersebut.
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, pada Sabtu (16/8/2025), Inspektur Kabupaten Malang, Nurcahyo, S.H., M.Hum yang saat ini juga menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kabupaten Malang.
“Kami (Inspektorat) akan melakukan klarifikasi atas kabar dugaan oknum ASN kerjaan proyek tersebut,” ucapnya.
Klarifikasi itu, lanjut Nurcahyo, dilakukan untuk mengetahui kebenarannya. Apalagi, dikabarkan oknum ASN tersebut juga memiliki Commanditaire Vennotschaap (CV) atau Persekutuan Komandite untuk memperoleh proyek PL di DPKPCK Kabupaten Malang.
“Akan kita klarifikasi, semua yang terkait akan kita panggil,” tegasnya.
Terpisah, Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jawa Timur, M. Zuhdy Achmadi membenarkan bahwa oknum ASN berinisial FGR merangkap menjadi kontraktor.
“Berita itu benar, dan bukan rahasia umum lagi, jadi FGR selain ASN juga merangkap sebagai Kontraktor, inspektorat harus segera memanggil untuk dimintai klarifikasi,” kata pria yang akrab disapa Didik ini.
Menurut Didik, oknum ASN berinisial FGR itu diketahui sering menggunakan Commanditaire Vennotschaap (CV) orang lain, dan dikerjakan sendiri dan bekerjasama dengan rekanan atau kontraktor berinisial IM.
“Saya sering mengetahui dilapangan, jika FGR itu juga sebagai kontraktor, CV-CV itu di pakai, tapi yang mengerjakan FGR, kalau gak salah itu ada 6 CV,” jelasnya.
Paket-paket pekerjaan itu, lanjut Didik, ada di lembaga pendidikan. Setidaknya ada empat Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang rata-rata berada di pinggiran wilayah Kabupaten Malang, yang patut diduga dikerjakan oleh FGR.
“Setidaknya ada empat sekolah berada di empat Kecamatan berbeda yang pengerjaannya asal-asalan dan tidak sesuai RAB. Ada tiga sekolah yang dikunjungi langsung bersama Tim Pencari Fakta (TPF) LIRA, atas dasar itu, dia mengaku punya datanya cukup lengkap.
“Saya mengetahui sendiri, dulu di tahun 2023, pekerjaan perbaikan di empat SD (Sekolah Dasar) yang menggunakan anggaran dari PUPR dikerjakan oleh FGR yang kerjasama dengan IM, dan semua itu lokasinya di pinggiran wilayah Kabupaten,” tukasnya.
Sebagai informasi, di pemberitaan sebelumnya, oknum ASN tersebut diketahui berinisial FGR dan YD yang diduga telah mengerjakan proyek PL dan bekerjasama dengan rekanan berinisial IM dengan menggunakan metode bagi hasil.
Selain mengakomodir, oknum ASN berinisial Y juga ditengarai sering mengumpulkan para rekanan yang menginginkan pekerjaan proyek di DPKPCK Kabupaten Malang.






