KEFAMENANU, NTT – Pemerintah Kabupaten Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menyerahkan secara simbolis bantuan stimulan berupa alat penunjang tenun kepada para pengrajin tenun tradisional di enam desa ( Desa Nian, Desa Kiusili, Desa Tapenpah, Desa Fafinesu, Desa Tautpah, dan Desa Subun) dalam program Kampung UMi Klaster Tenun.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda TTU, Yosep Kuabib, mewakili Bupati TTU, Selasa (28/10/2025) di Desa Kiusili.
Bantuan berasal dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP), sebuah Badan Layanan Umum di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, yang mendukung pemberdayaan pengrajin tenun tradisional di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Yosep Kuabib menyampaikan harapan-harapan pemerintah daerah, antara lain :
Terjadi peningkatan produktivitas pengrajin seiring dengan perbaikan kualitas produk.
Penghasilan pengrajin terutama ibu-rumah-tangga dan perempuan ikut meningkat.
Terwujud proses hilirisasi produk tenun dan nilai tambah yang lebih besar, agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Munculnya kembali minat dan kecintaan generasi muda untuk menjaga dan melanjutkan tradisi luhur menenun.
Kuabib menyampaikan apresiasi kepada PIP atas dukungannya melalui program Kampung UMi Klaster Tenun.
Ia menyatakan bahwa program ini telah berjalan sejak awal tahun 2024 dan direncanakan hingga tahun 2027, berjalan secara bertahap dengan dukungan mulai dari alat hingga pelatihan dan pendampingan jaringan.
Hingga saat ini tercatat telah terbentuk 11 kelompok tenun perempuan di wilayah TTU dengan total anggota 230 orang, serta program regenerasi budaya tenun melalui kegiatan ekstrakurikuler di 8 sekolah setempat yang melibatkan 80 siswa.
Di sisi lain, untuk program ini PIP telah menyalurkan sebanyak 450 set alat penunjang dan bahan tenun untuk 150 penenun di tahun 2024, dan penambahan 22 set mesin jahit, mesin obras, benang dan bahan penunjang lainnya di tahun 2025.
Program ini diharapkan menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat melalui PIP, dan komunitas lokal pengrajin sehingga tenun tradisional di TTU dapat semakin berkembang, dikenal luas, dan lestari di tengah persaingan pasar terbuka.






