PLBN Motaain Cetak Rekor, Ekspor Ke Timor Leste Capai Rp4,9 Miliar Perhari

Plbn Motaain Cetak Rekor, Ekspor Ke Timor Leste Capai Rp4,9 Miliar Perhari

MOTAAIN, BELU – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatatkan rekor ekspor tertinggi dalam satu hari sejak PLBN tersebut beroperasi pada 2017. Nilai ekspor Indonesia ke Timor Leste melalui PLBN Motaain mencapai Rp 4,9 Miliar dalam sehari.

Kepala Pengelolaan PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan yang tertinggi tidak hanya di PLBN Motaain, tetapi juga di antara 15 PLBN yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Ekspor tertinggi tercatat pada 15 Desember 2025, dengan nilai mencapai 1 juta dolar AS atau setara kurang lebih Rp 2,1 Miliar dalam satu hari menuju Timor Leste,” ungkap Rika, Senin (29/12/2025).

Ia menjelaskan, tingginya nilai ekspor tersebut didorong oleh beragam komoditas unggulan yang dikirimkan ke Timor Leste. Komoditas tersebut meliputi avtur, pestisida, furnitur, suku cadang kendaraan bermotor, kosmetik, tomat, serta berbagai produk makanan dan minuman ringan.

Baca Juga :  Satlantas Polres Bone Tebar Kepedulian di Jumat Berkah, Bantu Warga Kurang Mampu

Plbn Motaain Cetak Rekor, Ekspor Ke Timor Leste Capai Rp4,9 Miliar Perhari

Menurut Rika, capaian ini jauh melampaui rata-rata nilai ekspor harian melalui PLBN Motaain yang selama ini hanya berada di kisaran Rp 2,1 miliar per hari.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Nurdin, menilai peningkatan signifikan perdagangan lintas batas tersebut mencerminkan peran strategis PLBN sebagai simpul pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan.

“PLBN tidak hanya berfungsi sebagai pintu gerbang negara, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi perbatasan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Nurdin.

Ia menambahkan, karakteristik komoditas ekspor berbeda di setiap wilayah perbatasan. Untuk wilayah perbatasan dengan Malaysia, ekspor didominasi oleh produk buah-buahan dan hasil perikanan, sementara di kawasan Nusa Tenggara Timur lebih banyak didominasi komoditas bahan bangunan dan otomotif.

Baca Juga :  Money Changer Kembali Beroperasi di PLBN Motaain Dorong Pertumbuhan Ekonomi Perbatasan

Adapun untuk kegiatan impor, Nurdin menyebutkan bahwa barang yang masuk ke Indonesia melalui kawasan perbatasan masih didominasi oleh kebutuhan pokok (sembako) serta makanan ringan, guna memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts