Kabupaten Malang – Setelah dilantik oleh di Kantor Gubernur Jawa Timur (Jatim), Surabaya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Malang periode 2025 – 2030 kuhkan Pengurus tingkat Kecamatan, Rabu (14/1/2026).
Sekitar 1.000 Pengurus Anak Cabang (PAC) di 33 Kecamatan dilantik untuk memperkuat organisasi tani sekaligus menunjukkan komitmen mewujudkan kedaulatan pangan dari tingkat desa.
Pengukuhan yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, jalan Agus Salim no.7, Kota Malang tersebut diwarnai penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dengan PT Regenerasi Kehidupan Nusantara sebagai produsen pupuk Regen.
Penandatanganan MoU itu disaksikan langsung oleh Ketua DPD HKTI Jatim H. M. Arum Sabil, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang KH. Misno Fadlol Hijja.
Dikesempatan itu, Ketua DPD HKTI Jatim H. M. Arum Sabil berharap pelantikan ini bisa mengembangkan pertanian menjadi lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan para petani di Kabupaten Malang.
“Dengan pelantikan ini bisa memberikan kehidupan baik bagi petani, dan bisa membawa pertanian menjadi lebih baik ke depannya,” ucapnya.
Sementara, Ketua DPC HKTI Kabupaten Malang, H Makhrus Sholeh mengatakan, pelantikan tersebut bukan sekadar agenda organisasi, melainkan upaya membangun peradaban pertanian yang berakar kuat dari petani.
“Melantik 33 PAC ini, kita ingin membuat peradaban. Benihnya adalah petani, batangannya organisasi. Dari situlah kedaulatan bangsa, khususnya dari Kabupaten Malang, bisa tercipta,” katanya.
Makhrus menerangkan, HKTI Kabupaten Malang telah menjalankan sejumlah program unggulan yang sejalan dengan agenda nasional swasembada pangan. Salah satunya adalah tanam dan panen padi unggul yang dilaksanakan pada 7 Januari lalu dan diikuti secara daring melalui Zoom bersama Presiden RI.
“Program tanam dan panen padi unggul sudah kita laksanakan sebagai bagian dari program swasembada pangan nasional,” terangnya.
Selain padi, HKTI Kabupaten Malang juga menginisiasi program penanaman benih durian unggul. Setiap PAC direncanakan akan mendapatkan bibit durian sebagai bagian dari pengembangan komoditas unggulan daerah.
“Durian di Kabupaten Malang kita jadikan prioritas unggulan. Kita bina ranting HKTI bekerja sama dengan warga yang memiliki lahan untuk ditanami durian,” lanjut Makhrus.
Tidak hanya durian, pengembangan juga diarahkan pada komoditas hortikultura lainnya seperti alpukat, kelengkeng, dan salak, yang diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus menyokong Program Makan Bergizi (MBG).
Menurut Makhrus, langkah ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan di Kabupaten Malang, tetapi juga memiliki visi jangka panjang untuk menjangkau wilayah yang lebih luas.
“Harapannya tidak hanya di Kabupaten Malang. Kita bertekad bisa memenuhi kebutuhan pangan di Jawa Timur, bahkan hingga luar Jawa,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Makhrus juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penguatan HKTI, termasuk jajaran pemerintah daerah dan para pengurus PAC di Malang Raya.
“Saya bangga kepada Abah Arum, kepala dinas, seluruh hadirin undangan, dan yang paling utama teman-teman PAC HKTI di Malang Raya,” ucapnya.
Ia mengajak seluruh pengurus HKTI untuk bersama-sama memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Mari bersama-sama membuat perbedaan yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Makhrus.
Pelantikan 33 PAC HKTI ini diharapkan menjadi tonggak penguatan kelembagaan petani di Kabupaten Malang, sekaligus mendorong terwujudnya kedaulatan pangan berbasis potensi lokal dan gotong royong.






