KEFAMENANU,- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kefamenanu mengambil langkah strategis dalam mendukung Ketahanan pangan nasional melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan beberapa mitra kunci. Dinas Pertanian Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kelompok Tani Berdikari Tafenok, Yayasan Krisna Foundation, dan Koperasi Bael Manoni.
Kepala Rutan, Muhamad Nurseha, menyampaikan bahwa Rutan melaksanakan dua agenda penting. Penandatanganan PKS dan penanaman simbolis pohon kelapa sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap Asta Cita pemerintah Presiden Prabowo dan upaya ketahanan pangan di wilayah Kefamenanu.
“Tujuannya meningkatkan pemberdayaan masyarakat di lingkungan Rutan, Mendorong pertumbuhan UMKM internal dan Melibatkan warga binaan dalam program ketahanan pangan berkelanjutan,”ujar Nurseha, Selasa (9/9/2025).
Rutan menyediakan lahan yang siap dikelola sebagai sarana asimilasi dan edukasi, dengan fokus pada budidaya hortikultura dan memanfaatkan potensi lahan yang belum terkelola. Program ini dirancang untuk memberi pendampingan teknis dan manajerial kepada warga binaan serta pegawai Rutan.
Nurseha merinci peran masing-masing mitra.
Dinas Pertanian TTU memberikan pencerdasan teknis dan pendampingan operasional dalam hal hortikultura.
Yayasan Krisna Foundation menguatkan aspek manajemen usaha, sehingga hasil budidaya dapat memiliki nilai ekonomi.
Kelompok Tani Berdikari Tafenok menjalin sinergi dengan petani lokal dan memanfaatkan lahan Rutan secara produktif dan Koperasi Bael Manoni, menyediakan akses permodalan dari pegawai dengan sistem bagi hasil profit yang diperoleh nantinya akan masuk sebagai SHU (Sisa Hasil Usaha) koperasi.
Nurseha juga menekankan keterbatasan dana APBN untuk pembinaan, sehingga kolaborasi dengan koperasi menjadi solusi untuk mencukupi kebutuhan modal dan memastikan kesinambungan kegiatan.

Selain aspek kerjasama, Rutan Kefamenanu juga menggelar penanaman simbolis 15 pohon kelapa di halaman kantor, sementara target total sebanyak 200 pohon akan ditanam di lahan Rutan.
Nurseha menjelaskan, program ini merupakan bagian dari agenda nasional serentak mengenai penanaman kelapa, yang diinisiasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, dengan dukungan berbagai stakeholder, termasuk di antaranya Nusakambangan.
Melalui sinergi terencana ini, Rutan Kefamenanu tidak hanya mendukung ketahanan pangan tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan praktis dan kesempatan ekonomi nyata.






