BONE–Kantor Samsat Bone melaksanakan kegiatan sosialisasi pajak di Kampus Universitas Andi Sudirman Pada Selasa, 17 September 2024. Acara ini merupakan bagian dari upaya memperluas edukasi tentang pajak kendaraan bermotor dan meningkatkan aksesibilitas layanan Samsat Bone kepada masyarakat, khususnya di kalangan mahasiswa. Sosialisasi ini dilaksanakan secara terpadu oleh tiga instansi, yaitu Unit Pelaksana Teknis Pendapatan (UPTD) Wilayah Bone Bapenda Sulsel, Satlantas Polres Bone, dan Jasa Raharja Perwakilan Watampone.
Sesi pertama sosialisasi dibawakan oleh Andi Herli Visardini, S.E., selaku Kepala Seksi Penetapan dan Penerimaan UPTB Wilayah Bone. Ia menjelaskan berbagai inovasi dan layanan yang telah dikembangkan oleh Samsat Bone guna memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak. Beberapa inovasi tersebut termasuk pelayanan online dan berbagai kemudahan akses yang ditujukan untuk meminimalisir hambatan administrasi.
Sosialisasi kedua dipimpin oleh Ardiansyah, A.Md., AAA-IK, Kepala Jasa Raharja Perwakilan Watampone. Ia memaparkan peran Jasa Raharja dalam memberikan jaminan asuransi dan perlindungan bagi pemilik kendaraan yang taat membayar pajak. Materi ini mengungkapkan pentingnya kepatuhan pajak untuk mendapatkan perlindungan yang optimal bagi pengendara dan penumpang kendaraan bermotor.
Kemudian, Aiptu Abdul Malik, yang mewakili Kanit Regiden Samsat Bone, membawakan sosialisasi ketiga dengan penekanan pada pentingnya kelengkapan dokumen kendaraan bermotor dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Ia menekankan bahwa pembayaran pajak tidak hanya kewajiban hukum, tetapi juga langkah preventif untuk menjaga keselamatan berkendara.
Wakil Rektor I Universitas Andi Sudirman, Gustika Sandra, S.H., M.H., menyambut baik inisiatif Samsat Bone yang memilih kampus Universitas Andi Sudirman sebagai salah satu titik sosialisasi. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai kewajiban perpajakan, khususnya pajak kendaraan bermotor. “Sosialisasi ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membangun kesadaran diri mahasiswa untuk menjadi warga negara yang baik dengan taat pajak,” ujarnya.
Gustika Sandra berharap agar sinergi ini dapat terus berlanjut. Ia juga mengusulkan agar Samsat Bone tidak hanya mendekatkan diri dalam bentuk sosialisasi, tetapi juga menyediakan layanan langsung di kampus agar mahasiswa dan masyarakat sekitar bisa lebih mudah mengakses layanan pajak kendaraan.
Acara sosialisasi ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran publik, terutama generasi muda, tentang peran penting pajak dalam pembangunan dan tanggung jawab sebagai warga negara. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat, terutama mahasiswa, dapat lebih memahami pentingnya pajak kendaraan serta manfaatnya bagi keselamatan dan kesejahteraan bersama. (*)