Kota Malang, ZonaNusantara – Kota Malang kian memperkokoh posisinya sebagai barometer utama olahraga berkuda di Jawa Timur.
Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat meninjau gelaran bergengsi Piala Wali Kota Malang Berkuda 2026 yang berlangsung sukses, Minggu (21/6/2026).
Kompetisi tahunan ini mencatatkan lonjakan signifikan pada jumlah peserta, yang menarik animo ratusan rider dari berbagai daerah di luar Malang Raya.
“Alhamdulillah, tahun ini pesertanya sangat banyak dan mayoritas berasal dari luar kota. Ini membuktikan bahwa Kota Malang telah menjadi destinasi utama bagi olahraga berkuda,” ujar Wahyu Hidayat optimis.
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi penyelenggaraan kejuaraan ini.
Wahyu menjelaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi di arena, melainkan instrumen strategis yang selaras dengan visi pemerintah untuk mendongkrak sektor sport tourism (wisata olahraga).
Kehadiran ratusan atlet, ofisial, dan penonton dari luar daerah dipastikan membawa dampak ekonomi langsung (multiplayer effect) bagi masyarakat setempat.
Sektor-sektor produktif seperti perhotelan, kuliner, hingga destinasi wisata lokal dipastikan ikut terdongkrak. Langkah ini juga menjadi bagian dari kalender strategis “Seribu Event” untuk menggaet wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sektor prestasi cabang olahraga (cabor) berkuda Kota Malang memang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Pada gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim sebelumnya, kontingen berkuda Kota Malang sukses menyabet predikat Juara Umum dengan torehan fantastis, yang totalnya 6 Medali Emas, 7 Medali Perak, 5 Medali Perunggu.
“Kita adalah juara umum. Oleh karena itu, cabor berkuda merupakan salah satu lumbung emas yang harus terus kita bina agar bisa terus mendulang prestasi di masa depan,” imbuh Wahyu.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menambahkan bahwa turnamen tahun ini menjadi fondasi krusial bagi pembinaan jangka panjang.
Ajang ini dimanfaatkan secara optimal untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial yang diproyeksikan memperkuat kontingen Kota Malang pada Porprov Jatim X 2027 di Surabaya.
“Prestasi harus diupayakan secara kontinu dan berkelanjutan. Melalui regenerasi sejak dini, prestasi yang telah kita raih tidak hanya bisa dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan,” tegas Baihaqi.
Meskipun target teknis mengenai perolehan medali nantinya akan dirumuskan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang, Baihaqi optimistis ekosistem olahraga kota yang kian matang akan mampu melahirkan atlet-atlet berbakat yang siap bersaing di level provinsi hingga nasional.
Sebagai informasi, Piala Wali Kota Malang Berkuda 2026 berlangsung sangat kompetitif dengan melibatkan lebih dari 120 ekor kuda dan ratusan rider yang berlaga di lebih dari 30 kelas kejuaraan.






