KEFAMENANU,- SMA Negeri Binino, Kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), berhasil meraih piagam penghargaan Top 20 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2025.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur dengan Nomor: 000.83.4/72/B022, atas inovasi bertajuk “Surga Sere SMA Negeri Binino”, yang dinilai unggul dan masuk dalam 20 besar berdasarkan kategori serta terintegrasi dengan Innovative Government Awards (IGA) Koin Yanklik Berdasi Provinsi NTT Tahun 2025.
Kepala SMA Negeri Binino, Imelda Nenat, membenarkan capaian tersebut. Usai menerima penghargaan, ia menjelaskan bahwa inovasi Surga Sere merupakan program pengembangan potensi lokal yang berbasis pemanfaatan tanaman sere merah.

Selain program utama, lanjut Imelda, terdapat pula produk turunan berupa lilin aromaterapi sere merah yang diikutsertakan dalam kompetisi. Produk tersebut diseleksi melalui Biro Organisasi Kabupaten TTU, bersamaan dengan inovasi dari SD Suspini, sebelum akhirnya lolos ke tingkat provinsi untuk mengikuti tahapan presentasi, wawancara, serta verifikasi faktual oleh tim juri.
“Setelah melalui proses seleksi, presentasi, wawancara, dan verifikasi faktual oleh tim juri tingkat provinsi, inovasi kami ditetapkan masuk dalam 20 besar terbaik,” jelasnya.
Imelda juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten TTU, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, melalui Biro Organisasi, yang telah memberikan pendampingan penuh selama proses kompetisi.
“Meskipun SMA, SMK, dan SLB merupakan kewenangan pemerintah provinsi, kami tetap diberikan kesempatan untuk dibimbing dan didampingi sejak awal hingga tahap presentasi dan penerimaan penghargaan. Bahkan saat presentasi di Biro Organisasi Setda Provinsi, kami difasilitasi dan terus didampingi,” ungkapnya dengan bangga.
Ia menambahkan, penghargaan ini menjadi sumbangsih kecil SMA Negeri Binino dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi NTT tahun ini.
“Kiranya ini menjadi langkah awal bagi kami untuk terus menggali dan mengembangkan potensi yang ada menjadi inovasi-inovasi berikutnya. Di banyak sekolah dan organisasi sebenarnya terdapat banyak ide inovatif, hanya saja perlu wadah serta pendampingan agar dapat berkembang,” pungkasnya.






