Sungai Bango Malang Darurat Sempadan dan Sampah, Ancaman Banjir Intai Permukiman

Sungai Bango Malang Darurat Sempadan Dan Sampah, Ancaman Banjir Intai Permukiman

Kota Malang, ZonaNusantara – Kondisi Sungai Bango di Kota Malang kian memprihatinkan. Aliran sungai tidak hanya menghadapi persoalan kualitas air, tetapi ruang terbuka hijau di sekitar area sempadan kini terdesak oleh maraknya bangunan liar serta tumpukan sampah domestik.

Kondisi ini dinilai memperbesar potensi bencana banjir saat musim penghujan tiba.

Sorotan tajam terhadap ancaman ekologis ini disampaikan oleh Komunitas Pegiat Lingkungan Kali Lestari Nusantara.

Berdasarkan hasil susur sungai di sejumlah titik permukiman, komunitas tersebut menemukan adanya tekanan ruang yang signifikan terhadap ekosistem Sungai Bango.

Tekanan terhadap ruang Sungai Bango terlihat jelas dari banyaknya bangunan yang berdiri terlalu dekat dengan dinding sungai. Padahal, area sempadan berfungsi sebagai zona penyangga vital ketika debit air meningkat drastis.

Persoalan tata ruang ini kian kompleks dengan ditemukannya sejumlah titik pembuangan sampah liar yang berisiko terseret arus dan menyumbat aliran sungai.

Baca Juga :  Bersama AAP, Bone Bangkit

Berdasarkan pemantauan di lapangan, beberapa titik paling mencolok meliputi, di Kawasan Jembatan Penghubung Sawojajar dan Bunul (khususnya wilayah Sawojajar Gang XI), Sisi sungai yang mengarah ke Kawasan Ranugrati.

Selain itu, juga di Kawasan Jembatan Talang Wilayah Kelurahan Pandanwangi yang kerap dijadikan lokasi penampungan sampah tidak resmi di perbatasan sempadan sungai.

Menanggapi kompleksitas masalah ini, Kali Lestari Nusantara mendesak Pemerintah Kota Malang untuk segera mengambil langkah nyata.

Mereka meminta pemerintah melakukan peninjauan ulang terhadap izin pembangunan di sekitar aliran Sungai Bango guna menertibkan bangunan yang melanggar batas sempadan.

Nada serupa disuarakan oleh Pemerhati Tata Pemerintahan Malang Raya, Awangga Wisnuwardhana. Menurutnya, sungai saat ini menghadapi tantangan serius akibat alih fungsi sempadan dan pencemaran sampah yang terus dibiarkan tanpa penanganan tegas.

Baca Juga :  Diskoperindag Kota Malang Akui Kerjakan Overly Jalan di Kedungkandang

“Masalah sampah domestik dan degradasi lingkungan masih menjadi ancaman utama yang memengaruhi ekosistem serta kualitas air. Selain itu, sungai juga terdesak oleh banyaknya bangunan liar. Harus ada ketegasan dari Pemerintah Kota Malang, jangan dibiarkan berlarut-larut,” tegas Awangga.

Hingga berita ini diunggah, upaya konfirmasi yang telah dilakukan kepada Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Drs. Gamaliel Raymond Hatigoran M. MAP., belum mendapatkan respons saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts