
JAKARTA, Pupuk merupakan salah satu kebutuhan bagi petani. Namun belakangan ini sejak 2017 produksi pupuk terus m mengalami kekurangan.
Hal ini terungkap dalam rapat pimpinan dewan dengan kementerian terkait membahasa masalah pupuk bersubsidi di Jakarta, Senin (9/2).
Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel mengatakan masih ada gap dalam hal produksi pupuk. Disebutkan, pada tahun 2017 diusulkan produksi pupuk bersubsidi sebesar 22.569.255 ton, namun produksi yang disetujui hanya 9.550.000 ton.
“Gap persediaan pupuk kurang 13.019.255 ton. Selanjutnya pada tahun 2018 produksi yang diusulkan sebesar 22.976.500 ton, produksi hanya sebesar 9.550.000 ton. Gap persediaan pupuk sebesar 13.426.500 ton.
Berikutnya pada Tahun 2019 diusulkan 23.406.479 Ton, produksi hanya sebesar 8.874.000 ton, gap persediaan pupuk dan kebutuhan pupuk sebesar 14.532.479 ton.
Tahun lalu, usulan produksi sebesar 26.180.736 ton, produksi sebesar 9.900.467 ton, gap persediaan pupuk sebesar 17.280.269 ton.
“Tahun ini usulan produksi pupuk sebesar 24.306.418 ton, produksi yang disetujui sebesar 9.041.475 ton. Gap persediaan pupuk sebesar 15.264.943 ton,” beber Rachmat Gobel.
Dijelaskan, masalah pupuk bersubsidi, dan harga hasil pertanian menurun saat panen merupakan masalah yang terus berulang dalam siklus waktu yang sama,
“Petani selalu mengeluhkan kelangkaan pupuk atau benih setiap musim tanam atau harga turun setiap musim panen,”jelasnya.
Karena itu politisi NasDem asal Dapil Gorontalo ini mengharapkan
kedepan pupuk bersubsidi pelan-pelan dikurangi, namun harus dikaji lebih dalam solusi atau sistem yang akan digunakan.
“Menyelesaikan masalah pertanian bukan hanya pupuk saja, tapi menyelasaikan masalah secara total, dari hulu sampai hilir, dari bibit,pupuk,menjaga harga jual pangan saat panen tetap stabil,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu kebijakan strategis yang dilakukan oleh Pemerintah yaitu dengan menetapkan kebijakan pupuk bersubsidi, yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sehingga kesejahterahan petani akan meningkat, namun hal tersebut masih belum tercapai.
Rachmat Gobel yang akrab disapa RG mengatakan kebijakan pupuk bersubsidi bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sehingga kesejahterahan petani akan meningkat. Namun hal ini masih belum tercapai.
Rapat yang berlangsung di Gedung Nusantara II kemarin dihadiri Menteri Pertanian, Menteri Keuangan, Menteri BUMN, Menteri ESDM,dan Menteri Perindustrian,






