BONE–Kampus Universitas Andi Sudirman yang berada di bawah naungan Yayasan Andi Sudirman kembali menorehkan catatan penting dalam dunia pendidikan tinggi di Kabupaten Bone. Kamis, 06 November 2025, kampus yang dikenal dengan spirit pengabdian dan pengembangan sumber daya manusia ini menggelar Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda Sarjana Angkatan ke-III untuk Program Studi S1 Ilmu Hukum, D-III Keperawatan, D-III Kebidanan, serta Pascasarjana S2 Ilmu Hukum. Rapat senat ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Andi Sudirman Dr. H. M. Yasin, SH., MH bersama-sama dengan Pengurus Senat dan Jajaran pejabat Kampus Universitas Andi Sudirman. Prosesi wisuda tersebut turut dirangkaikan dengan Pengambilan Sumpah Tenaga Kesehatan sebagai bentuk peneguhan integritas dan profesionalitas lulusan pada bidangnya masing-masing.
Momentum sakral akademik ini berlangsung penuh khidmat dan bermakna. Sejumlah tokoh penting hadir memberikan dukungan, di antaranya Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara Dr. Andi Lukman, M.Si, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta, pihak perbankan, serta orang tua dan keluarga wisudawan.
Dalam sambutannya, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, menyampaikan kedekatan emosional dan historisnya dengan kampus Uniasman. Ia mengungkapkan bahwa nama Universitas Andi Sudirman memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan hidupnya.
“Universitas Andi Sudirman menjadi bagian dari diri dan keluarga saya. Kalau menyebut nama Andi Sudirman, seakan-akan menyebut nama adik saya, Gubernur Provinsi Sulsel. Namun ketika menyebut Uniasman, ada juga nama saya di dalamnya, karena saya bernama Asman. Inilah yang membuat saya selalu hadir di sini,” ungkap Bupati yang disambut hangat para hadirin.
Bupati juga menuturkan bahwa keterlibatannya dengan Uniasman bukan hal baru. Jauh sebelum menjabat sebagai Bupati, saat ia masih mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone, ia kerap hadir memberikan motivasi kepada mahasiswa. Bahkan saat itu, telah terjalin MoU dalam pengembangan Program Studi Agroteknologi, yang kini menjadi salah satu program pengembangan unggulan kampus.
“Kalau dulu saya hadir di sini sebagai Kadis, maka kali ini saya hadir sebagai Bupati Bone. Dan rasa kedekatan itu tetap sama,” ucapnya penuh makna.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Ketua Yayasan Andi Sudirman, Dr. Andi Sudirman, SH., MH., M.Si, beserta seluruh civitas akademika yang telah berdedikasi mendidik dan membentuk karakter mahasiswa.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bone, kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Yayasan dan seluruh dosen yang telah membimbing anak-anak kita di kampus ini. Semoga ilmu yang diperoleh membawa manfaat bagi daerah, provinsi, bahkan secara nasional. Dan semoga berkah menyertai ilmu yang diterima wisudawan selama proses perkuliahan,” tutup Bupati.
Tak hanya itu, dalam momentum tersebut, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM juga menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penyadaran hukum masyarakat.
Bupati menyatakan bahwa Kabupaten Bone masih membutuhkan formasi tenaga profesional, baik di bidang Hukum, Keperawatan (D-III), maupun Kebidanan (D-III). Menurutnya, kesadaran hukum masyarakat masih tergolong rendah, terutama terkait bahaya penyalahgunaan narkotika.
“Di Lapas saat ini, 70 persen warga binaan merupakan kasus narkoba. Ini persoalan serius. Saya berharap lulusan perguruan tinggi, khususnya Uniasman, mengambil peran dalam memberikan edukasi dan kesadaran kepada masyarakat,” ujar Bupati.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba, Bupati menyampaikan bahwa sebelum menerima kontrak kerja tahun 2026, sebanyak 2.544 orang PPPK wajib dinyatakan negatif narkotika. Kebijakan serupa juga diterapkan bagi seluruh proses penerimaan Non ASN, ASN, promosi jabatan hingga kenaikan pangkat.
“Semua harus bersih dari narkoba. Kita ingin mewujudkan Bone Zero Narkoba, dan perguruan tinggi adalah mitra strategis dalam hal ini,” tegasnya.
Bupati juga mengapresiasi kontribusi perguruan tinggi terhadap kemajuan daerah. Ia menuturkan, tak sedikit tokoh nasional serta para pemimpin pemerintahan berasal dari Bone. Di sektor pertanian, Bone juga tercatat sebagai daerah penyumbang produksi gabah dan beras terbesar kelima di Indonesia.
“Ini bukti bahwa perguruan tinggi turut mencerdaskan dan melahirkan generasi unggul. Peran ini harus terus berlanjut.”
Dalam kesempatan yang sama, Bupati memaparkan sejumlah fokus pembangunan daerah, mulai dari ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan ekstrem, hingga penurunan stunting. Ia berharap para lulusan sarjana dapat berada di garis terdepan dalam transformasi pola hidup dan perbaikan gizi masyarakat.
Bupati juga menyinggung kondisi fiskal daerah yang tengah mengalami efisiensi anggaran akibat pengurangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 300 miliar. Untuk menyeimbangkan kondisi tersebut, pemerintah menaikkan target PAD sebesar Rp 105 miliar tahun ini.
“Kemampuan fiskal kita hanya 11 persen, selebihnya dana transfer dari pusat. Maka, seluruh sektor potensi PAD kita dorong. Harus kreatif supaya tidak terjadi kesenjangan pembangunan.”
Sebagai wujud perhatian terhadap generasi muda, Bupati juga mengungkapkan bahwa tahun ini Bone mendapatkan bantuan Sekolah Rakyat berbasis boarding bagi jenjang SD, SMP hingga SMA, serta program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang telah berjalan. “Program-program pemerintah ini harus disambut oleh para lulusan. Karena tubuh yang sehat dan kecerdasan yang kuat akan melahirkan generasi berprestasi hingga tingkat nasional.”
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone berharap kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi semakin kokoh dalam mewujudkan Bone yang maju, berdaya saing, dan bebas dari narkoba.
Komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi kembali ditegaskan Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, M.Si saat menghadiri kegiatan akademik di Universitas Andi Sudirman (Uniasman). Dalam sambutannya, ia mendorong sivitas akademika Uniasman untuk tidak berhenti meningkatkan kompetensi, khususnya pada jenjang pendidikan dosen serta pemanfaatan dana hibah penelitian.
Menurutnya, peningkatan mutu perguruan tinggi tidak dapat dilepaskan dari kualitas dosen sebagai pilar utama pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan. “Dosen yang masih S2 harus berani melanjutkan pendidikan ke jenjang S3. Kami sudah menyiapkan beasiswa. Dosen harus kompeten, dan kompetensi itu salah satunya diukur ketika dosen telah bersertifikasi,” tegasnya.
Dr. Andi Lukman juga berharap agar semua dosen Uniasman dapat mencapai sertifikasi dosen sebagai bukti profesionalitas dalam menjalankan tugas tridharma perguruan tinggi. Sertifikasi, menurutnya, bukan sekadar penghargaan, tetapi bentuk pengakuan atas kelayakan akademik, kinerja, dan komitmen seorang pendidik.
Selain itu, ia menyoroti peluang besar yang dapat dimanfaatkan dosen melalui dana hibah penelitian. Tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp90 miliar untuk penelitian perguruan tinggi di wilayah LLDIKTI IX. “Ini harus dimanfaatkan dengan baik. Penelitian adalah ruh perguruan tinggi. Kita harus menjadi agen perubahan di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa perguruan tinggi mempunyai tanggung jawab sosial untuk menyebarkan ilmu dan solusi, bukan hanya menambah gelar. Penelitian yang dilakukan dosen hendaknya mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendorong pembangunan daerah.
Di akhir penyampaiannya, Dr. Andi Lukman memberi motivasi kepada para dosen dan mahasiswa agar tidak berhenti berusaha mengembangkan diri. “Jangan berhenti belajar, jangan berhenti bermimpi. Usaha yang sungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil yang baik,” tuturnya.
Semangat peningkatan kualitas SDM dan produktivitas akademik ini sejalan dengan visi Uniasman sebagai kampus yang terus tumbuh dan berkontribusi bagi kemajuan daerah. Dengan dukungan LLDIKTI dan komitmen sivitas akademika, Uniasman diharapkan menjadi institusi unggul yang melahirkan generasi intelektual berdaya saing tinggi. (*)





