
TANGSEL – Polres Tangerang Selatan menjadi sorotan lantaran meninggalnya salah satu tahanan Satnarkoba Sigit Setiawan (33). Warga Pesanggrahan ini diketahui meninggal pada saat menjalani proses penyidikan dihari 10 masa penahanannya pada Jumat (11/12/2020) pagi.
Korban yang diketahui bernama Sigit Setiawan (33), disangkakan sebagai pemilik narkoba jenis sabu dan ditangkap pada Selasa (1/12/2020) dikawasan Pamulang, Tangsel.
Wakapolres Tangsel AKP Lukyto mengklarifikasi beredar pemberitaan bahwa meninggalnya Sigit diduga ada kejanggalan dicurigai pihak keluarga. Lukyto mengungkapkan bahwa pelaku narkoba jenis sabu sebesar 0,3 gram tersebut meninggal karena sesak napas. Pada 9 Desember 2020 sekira pukul 02.30 WIB tersangka mengalami keluhan sesak napas hingga dilarikan ke salah satu rumah sakit swasta di Serpong Tangsel.
“Pada tanggal 9 Desember 2020 sekira Pukul 02.30 WIB mengalami sesak napas yang kemudian Satnarkoba membawa tersangka (Sigit) ke rumah sakit swasta yang ada di serpong dan dilakukan perawatan dan dilakukan tindakan medis oleh dokter piket rumah sakit dengan memberikan oksigen tambahan dan diberikan obat sesuai keluhan pasien dan dalam waktu 2 jam tersangka sudah membaik lalu dibawa lagi ke sel Polres Tangsel,” kata Lukyto pada konferensi pers, Kamis (17/12).
Selanjutnya, pada 10 Desember 2020 sekira pukul 16.00 Wib tersangka mengalami keluhan lagi, lalu dibawa kembali ke rumah sakit lalu diberikan obat obatan. Namun pada 11 Desember 2020 tersangka kembali mengeluhkan sakit kembali dan upaya dilakukan Polres Tangsel membawa ke rumah sakit. Setibanya di rumah sakit pihak rumah sakit menyatakan bahwa tersangka sudah meninggal dunia yang diduga meninggal dalam perjalanan.
“Kemudian kami berkoordinasi dengan pihak keluarga dan disepakati bahwa almarhum dibawa menuju saudaranya di Cawang (Jakarta) dan dari Cawang dibawa ke Tegal yang merupakan kampung halaman tersangka untuk dimakamkan disana dimana orang tua tersangka ada disana,” ujarnya Lukyto.
Dilansir indonesianpost.co.id Jumat (18/12), sebelumnya korban yang diketahui bernama Sigit, disangkakan sebagai pemilik narkoba jenis sabu dan ditangkap pada Selasa (1/12/2020) dikawasan Pamulang, Tangsel.
Keluarga korban yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa saat adik korban membesuk pada Rabu (9/12/2020) terlihat wajah korban penuh lebam dan terdapat luka dibeberapa bagian tubuh lain.
Ketika dibesuk, Sigit kondisinya sudah parah. Di jidatnya ada luka robek, leher belakangnya ada luka kayak bekas tetes-tetesan plastik dibakar. Kelingking kanannya patah. Ketika diajak ngobrol, korban terlihat menahan sakit. Pada Jumat (11/12/2020) pagi, pihak keluarga menerima kabar dari petugas ke telepon seluler adiknya bahwa Sigit meninggal.
Namun saat ditanya keberadaan jasadnya, petugas sempat merahasiakan dan meminta pihak keluarga menunggu petugas mengantarkannya. Petugas berdalih korban meninggal lantaran sakit dan tidak tertolong saat dalam perjalanan ke rumah sakit.
Namun keluarga menyayangkan tidak ada bukti tertulis terkait penyakit apa yang diderita korban.
“Polisi akhirnya bilang kalau jenazah Sigit ada di RSU Tangerang, Banten. Tapi waktu keluarga mau jemput dilarang, katanya biar mereka yang mandikan (jenazah) dan mengkafaninya. Jadi keluarga tinggal makamin saja,” paparnya.
Pihak keluarga saat itu menyampaikan akan mengebumikan jenazah di Tegal, Jawa Tengah, lantas petugas awalnya menawarkan penyerahan jenazah di tengah jalan, namun keluarga menolak.
Hingga adanya kesepakatan kalau jenazah akhirnya diantarkan ke rumah salah satu keluarga di Cawang, Jakarta Timur. Namun sampai di lokasi, jenazah tidak sempat diturunkan dan langsung dibawa ke daerah. “Pas datang pakai satu mobil ambulan dan satu mobil pribadi isi empat polisi tanpa seragam. Kalau mobil ambulan-nya enggak ada tulisan RSU Tangerang, cuma warna merah-putih plat hitam,” ujarnya.
Waktu datang ke Cawang juga enggak lama, lanjutnya, petugas sempat bertanya ke adiknya Sigit apakah udah banyak yang tahu kematian kakaknya dan menyuruh cepat-cepat bawa jenazah katanya kasihan.
Hal senada diungkapkan adik korban yang mengaku telah ikhlas atas peristiwa yang menimpa abangnya. “Keluarga ikhlas biar tenang almarhum. Biarkan hukum karma dan alam yang balas,” katanya.






