Ketua Ombudsman Jadi Tersangka, MAKI Kritik Proses Seleksi dan Desak Pengusutan

Kejagung Ciduk Ketua Ombudsman Ri, Hery Susanto, Sebagai Tersangka Dugaan Suap.
Kejagung ciduk Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto, sebagai tersangka dugaan suap

JAKARTA, Zonanusntara.com – Penetapan Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto, sebagai tersangka dugaan suap dan penahanannya oleh Kejaksaan Agung menuai sorotan luas. Kasus ini dinilai mencederai fungsi Ombudsman sebagai lembaga pengawas pelayanan publik.

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Mereka menilai, kasus ini menjadi ironi karena lembaga yang bertugas mengoreksi maladministrasi justru terseret dalam dugaan praktik korupsi.

MAKI juga menyoroti proses seleksi pimpinan Ombudsman periode 2025/2026 yang dinilai tidak cermat. Panitia Seleksi (Pansel) dan Komisi II DPR RI disebut lalai dalam mempertimbangkan rekam jejak calon. Menurut MAKI, terdapat informasi internal yang menyebut kinerja Hery Susanto saat menjadi komisioner sebelumnya dinilai bermasalah.

Baca Juga :  Strategi Adaptif Anggur Orang Tua Raih IBBA Enam Kali Berturut-Turut

“Sejumlah masukan telah disampaikan, termasuk dugaan tidak optimalnya penanganan laporan maladministrasi. Namun hal tersebut tidak menjadi pertimbangan serius dalam proses seleksi,” demikian pernyataan MAKI.

Lebih lanjut, MAKI mendesak Kejaksaan Agung untuk mengembangkan penyelidikan secara menyeluruh. Dugaan suap dan gratifikasi yang berkaitan dengan sektor pertambangan diminta untuk ditelusuri lebih dalam, mengingat Hery selama menjabat banyak menangani isu tersebut.

Selain itu, aparat penegak hukum juga diminta menelusuri dugaan pertemuan dengan pihak-pihak tertentu di luar forum resmi, termasuk di sejumlah hotel dan restoran di Jakarta.

Di sisi lain, MAKI memberikan apresiasi terhadap langkah Kejaksaan Agung yang dinilai mampu mengungkap kasus ini tanpa operasi tangkap tangan (OTT). Pendekatan tersebut dianggap menunjukkan profesionalisme dalam penegakan hukum berbasis penyelidikan.

Baca Juga :  Andi Nizar : Spirit Dari Timur

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi tata kelola lembaga negara agar lebih mengedepankan integritas, transparansi, dan akuntabilitas. MAKI menegaskan, ke depan proses seleksi pejabat publik harus lebih ketat dan berbasis rekam jejak yang jelas, guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. (Yos N). *

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts