
KUPANG, – Bencana alam tanah longsor yang terjadi di kota Kupang, Nusa Tenggara Timur menyisakan kabar duka. Sepasang suami – istri yang baru saja menikah tewas dalam peristiwa Senin (25/1).
Dalam kejadian itu, Paulus Takela, (35), dan istrinya Welmince Lakapu, (28) tewss dalam perjalanan menuju RS leona Kupang. Pasutri naas ini diketahui baru saja menikah Oktober 2020.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, korban bersama istrinya dan dua orang lagi menempati rumah di dekat bantaran Kali Liliba. Seorang saksi mata mengatakan
Saat kejadian dua orang lainnya berhasil selamat, sementara Paulus dan istrinya tewas terlindas batu yang tersapu longsor dari ketinggian. Posisi rumah korban letaknya berada di bawahnya.
Untuk diketahui kota Kupang, banyak bebatuan menjulang tinggi. Konon kondisi ini akibat air laut pasang. Letak bebatuan ada yang tinggi dan sebagian lebih rendah. Di atas bebatuan itu puls warga membangun rumah.
Seorang warga Margaretha, mengisahkan batu yang menimpa rumah korban berasal dari halaman rumah Paulus Kollo yang berada pada posisi ketinggian. Atap rumah korban dan dinding rumah hancur akibat hantaman batu.
“Saya kaget bangun ketika mendengar suara warga sekitar yang berteriak,” ujarnya.
Semenyara Marince Ndun, 42, yang rumahnya bertetangga dengan korban mengatakan saat kejadian kondisi cuaca lagi turun hujan. Saksi mengaku saat keluar dari rumahnya ia menyaksikan rumah korban sudah roboh tertimpa batu.
Paulus yang berprofesi sebagai sopir truk material ini tewas dengan luka disekujur tubuh. Bahkan kaki suami dari Welmince ini dikabarkan remuk oleh hantaman benda keras.
Sejumlah warga mengatakan selama ini korban aktif di lingkungan tempat tinggalnya. Jika ada kerja bakti korban selalu hadir. Selain itu Paulus dan istrinya juga ramah dan mudah bergaul.






