Dialog Interaktif Kopi Pemilu, Jaga Kebhinekaan di Tahun Politik

Dialog Interaktif Kopi Pemilu, Jaga Kebhinekaan Di Tahun Politik

BONE–boneku.com, portal berita di Kabupaten Bone, menyelenggarakan acara “Dialog Interaktif Kopi Pemilu” yang bertujuan untuk menjaga kebhinekaan di tengah persiapan menyongsong Pemilihan Umum 2024. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk para pendukung Capres dan Cawapres, caleg DPRD Kabupaten Bone, dan anggota DPRD Kabupaten Bone.

Para peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, termasuk A. Akhiruddin, ST, yang juga merupakan Caleg DPRD Kabupaten Bone Dapil V, Fahri Rusli, Caleg DPRD Bone Dapil Kota, dan Andi Muh Salam. Turut hadir pula caleg lainnya seperti A Ilham dari Dapil II, Rismono Sarlim dari Dapil Kota Watampone, A Agung, dan A. Wiwi Caleg DPRD Provinsi Sulsel dan sejumlah peserta dari kalangan PNS, media, dan mahasiswa.

Bahtiar Parenrengi, yang memandu acara, mengawali dialog dengan menyampaikan bahwa Pemilu 2024 segera diselenggarakan, dan seluruh tahapan telah dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bone. Ia juga mengungkapkan peran penting Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam menjalankan tugas pengawasan.

“Semua tahapan pemilu telah dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Bone, begitu pula tugas pengawasan yang telah dilakukan oleh pihak Bawaslu,” ujar Bahtiar Parenrengi.

“Tentu dalam perjalanan ini banyak dinamika yang terjadi, namun itu semua diharapkan tidak menimbulkan perpecahan di antara kita.”

Bahtiar Parenrengi juga menambahkan sentuhan pribadi dalam dialognya, dengan memberikan contoh bahwa keberagaman dalam pilihan politik tidak seharusnya merusak hubungan sosial. Ia menceritakan pengalaman pribadinya yang berbeda pilihan dengan istrinya dalam pemilihan presiden, namun tetap menjaga harmoni dalam kehidupan sehari-hari.

“Itulah kebhinekaan, meski berbeda kita tetap satu,” kata Bahtiar Parenrengi.

Dialog interaktif ini memberikan ruang bagi para peserta untuk berbagi pandangan, pengalaman, dan harapan terkait pemilu mendatang. Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah positif untuk mempererat persatuan dan kebersamaan di Kabupaten Bone menjelang Pemilu 2024.

Baca Juga :  Aturan Puasa dan Pantang bagi Umat Katolik

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bone, Zainal SSos MSi, dengan tegas menyatakan komitmen dan upayanya dalam mendorong agar pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) di wilayah Kabupaten Bone menjadi ajang yang berintegritas. Menurutnya, untuk mewujudkan hal tersebut, semua pihak harus mampu berintegrasi, meskipun perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar.

Zainal mengungkapkan bahwa saat ini seluruh tahapan pemilu di Kabupaten Bone telah berjalan sesuai rencana. Namun, salah satu fokus utama yang tengah diatasi adalah ketidakpatuhan partai politik sebagai peserta pemilu dalam melaporkan dana kampanye mereka.

“Alhamdulillah, berkat perhatian yang kita berikan, dari 18 partai politik yang sebelumnya terancam, kini sudah menunaikan kewajiban mereka dengan melaporkan dana kampanye secara transparan,” ujar Zainal.

Beliau menekankan pentingnya pelaporan dana kampanye sebagai bentuk tanggung jawab partai politik terhadap proses demokrasi. Transparansi dalam pelaporan tersebut, lanjutnya, akan memastikan keadilan dan integritas selama proses pemilihan.

“Saya mengajak semua pihak untuk menjaga kebhinekaan dan menghormati perbedaan pilihan politik. Ini adalah bagian dari demokrasi yang sehat,” tambah Zainal.

Komisioner KPU Kabupaten Bone juga menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan tidak hanya terbatas pada pengawasan, tetapi juga dalam memberikan pemahaman kepada partai politik tentang pentingnya ketaatan terhadap regulasi pemilu.

“Kami terus berupaya memberikan pemahaman dan pendampingan kepada partai politik agar mereka dapat memahami dan mematuhi peraturan yang berlaku, terutama terkait dengan pelaporan dana kampanye,” ungkapnya.

Dengan berbagai langkah yang telah diambil, KPU Kabupaten Bone optimis bahwa pemilu dapat berjalan dengan baik, adil, dan berintegritas. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap proses demokrasi dan kestabilan politik di tingkat lokal.

Baca Juga :  Program BerAmal Hadir di Sawah Petani, 9 Titik Mulai Dikerjakan, 50 Titik Menyusul, Bor Kapasitas Besar Mampu Mengairi Hingga 35 Hektare

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bone, Alwi, SE, mengungkapkan perbedaan dalam demokrasi sebagai rahmat, namun pengejawantahannya terkadang tidak sesuai.

Alwi mengungkapkan pandangannya tentang pemilu sebagai sarana kedaulatan rakyat untuk memilih pemimpin, serta tanggung jawab semua warga negara Indonesia untuk menggunakan hak suaranya sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia.

Menurut Alwi, pemilu menjadi mekanisme yang penting karena rakyat sebagai pemegang kedaulatan untuk memilih pemimpin yang terbaik. Oleh karena itu, diperlukan representasi dalam bentuk perwakilan untuk mengelola negara. Namun, Alwi juga menekankan bahwa penting untuk mencegah kecurangan dalam pelaksanaan pemilu, termasuk praktek politik uang.

Alwi mendorong edukasi masyarakat mengenai demokrasi yang baik dan mengajak semua masyarakat, termasuk calon legislatif (caleg), untuk aktif melaporkan pelanggaran pemilu. “Kami dari Bawaslu siap memberikan tindakan sesuai dengan regulasi, hanya saja, informasi yang diberikan tolong diberikan secara akurat dan dilengkapi dengan bukti,” ujar Alwi.

Dalam konteks ini, Alwi juga mengungkapkan pentingnya peran aktif masyarakat dan caleg sebagai pemain kunci dalam menjaga integritas pemilu. Pihak Bawaslu Kabupaten Bone siap memberikan respons cepat terhadap pelanggaran, tetapi Alwi menekankan bahwa keakuratan informasi dan bukti yang diberikan sangat penting dalam menentukan tindakan yang tepat.

Dengan berbagai tantangan yang mungkin muncul selama periode pemilu, Ketua Bawaslu Kabupaten Bone berharap agar demokrasi di Kabupaten Bone dapat berjalan jujur, adil, dan sesuai dengan prinsip-prinsip demokratis. (*)

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts