Kota Malang, ZonaNusantara – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang menyatakan dukungan penuh terhadap rencana peluncuran Program Angkutan Pelajar Gratis.
Langkah progresif ini diinisiasi untuk mengatasi berbagai persoalan mobilitas perkotaan sekaligus meringankan beban masyarakat.
Untuk merealisasikannya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang saat ini terus menggeber berbagai persiapan teknis agar program dapat segera beroperasi secara optimal di tengah masyarakat.
Proses persiapan yang tengah berjalan mencakup sejumlah tahapan penting. Salah satu fokus utamanya adalah pemasangan perangkat Global Positioning System (GPS) pada seluruh armada angkutan yang akan dilibatkan.
Langkah ini dinilai krusial guna memastikan aspek keamanan perjalanan para pelajar selama di jalan, pengawasan rute secara real-time oleh instansi terkait, dan ketepatan operasional armada di lapangan.
Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang, Dr. H. Akhdiyat Syabril Ulum, S.Kom., M.M., menyambut baik langkah strategis tersebut.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyampaikan optimisme tinggi bahwa program ini akan membawa perubahan konstruktif bagi tata kelola kota.
“Kami berharap program ini akan memberikan dampak positif bagi kemajuan Kota Malang, terutama dalam hal penyelesaian kepadatan lalu lintas,” ujar Ulum.
Lebih lanjut, Ulum menekankan bahwa kehadiran angkutan pelajar gratis ini dirancang untuk memberikan solusi nyata bagi aktivitas harian pelajar, baik saat berangkat maupun pulang sekolah.
Selain menjadi instrumen untuk mengurai kemacetan lalu lintas perkotaan, program ini berpijak pada dua pilar utama, yakni keselamatan dan efisiensi biaya.
“Jadi angkutan pelajar gratis ini selain meringankan beban biaya operasional harian para pelajar dan orang tua, juga menjamin perjalanan siswa ke sekolah agar lebih aman dan terawasi,” tegasnya.
Melalui sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif, Program Angkutan Pelajar Gratis ini diharapkan mampu mewujudkan sistem mobilitas pendidikan di Kota Malang yang aman, nyaman, solutif, dan ekonomis.






