Home Sosial Budaya Dinas PKO TTU, Membebaskan Lingkungan Sekolah dari Asap Rokok

Dinas PKO TTU, Membebaskan Lingkungan Sekolah dari Asap Rokok

 

Guido Vadalares

KEFAMENANU,- Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, akan membebaskan lingkungan di sekolah dari asap rokok. Guru dan murid tidak diperkenankan merokok dikawasan sekolah.

Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga
Guido Valadares mengatakan, larangan tersebut merupakan salah satu program dari Dinas PKO Kabupaten TTU.

“Program dilaunching 2020 dengan programnya adalah optimalisasi kawasan tanpa rokok di sekolah,”

Implementasi program ini, menurut Valadares akan diprioritaskan pada penanganan tingkat merokok yang sudah meluas di kalangan masyarakat termasuk remaja siswa SMP dan SMA.

Sejauh ini, Valadares mengaku belum ada aturan sekolah yang mengikat sehingga meluas sampai ke sekolah-sekolah.

“Misalnya kalau ada guru yang isap rokok dan buang puntung di lingkungan sekolah, kemudian ada siswa yang pungut lalu hisap itu kan berbahaya bagi siswa,” kata dia Sabtu (19/12).

Program ini lanjutnya untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, perlu dioptimalkan regulasi seperti standar operasional prosedur serta aturan sekolah yang mengikat untuk melakukan pembinaan dan penyuluhan kepada anak sekolah.

Langkah pertama yang akan diambil, menurut Valadares adalah pertama-tama mendatangi sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten TTU untuk merevisi khusus tentang peraturan sekolah yang mengatur tentang larangan bagi guru, tenaga pendidik dan kependidikan termasuk anak sekolah merokok di lingkungan sekolah.

“Tujuannya adalah bahwa betul-betul di kawasan sekolah bebas asap rokok,”jelas mantan wartawan Cendana Pos era 90 an ini.

Valadares mengatakan, rencananya tahun depan, untuk jangka pendek dinas PKO akan melakukan sosialisasi dan pendampingan di sekolah-sekolah dalam capain waktu 5 tahun.

Valadares menuturkan, perkembangan jaman terkait dengan penyalahgunaan narkoba dan narkotika dan zat adiktif lainnya termasuk Napza saat ini merambah hingga lembaga pendidikan.

Guna mengantisipasi dampak ikutanny, imbuh Valadares, dinas akan perkuat SOP, petunjuk pelaksanaannya dengan peraturan Bupati nomor 8 tahun 2018 tentang Kawasan Tanpa Rokok seperti tempat ibadah, instansi pemerintahan, tempat bermain anak, angkutan umum, rumah sakit, puskesmas dan polindes.

“Dalam peraturan Bupati tidak mengatur khusus tentang sekolah maka yang mau kita capai dalam program jangka panjang adalah peraturan Bupati /daerah yang mengatur khusus kawasan bebas rokok di sekolah yang mana pemberlakuannya khusus bagi guru, tenaga pendidik dan tenagan kependidikan dan tamu yang hadir di sekolah. Artinya betul-betul jadi area No Smoking,”ujarnya.

Program Kuliskabo diyakini dapat membawa perubahan bagi tiga aspek di lingkungan sekolah. Yaitu aspek ekonomi, kesehatan dan sosial budaya.

Dari aspek ekonomi ketika proses KBM berlangsung maka terjadi penghematan. Aspek kesehatan merokok merugikan kesehatan dan merusak organ tubuh. Lalu aspek sosial budaya menghindarkan siswa dari justifikasi orang sekitar.

“Tiga indikator ini yang memunculkan ide bagi kami membuat program tentang penerapan kawasan tanpa rokok di sekolah. Namun itu branding saja,”pungkasnya.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU