JAKARTA,- Pelantikan Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, Kamis (17/7) sebagai Wakil Sekretaris Jenderal APKASI masa bakti 2025–2030, bukan sekadar pengukuhan jabatan. Ini adalah momentum penting bagi Kabupaten TTU dan Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memperkuat posisi mereka dalam skala Nasional.
Lebih dari sekadar simbol, posisi Falent Kebo menunjukkan bahwa NTT, khususnya kabupaten perbatasan, kini masuk dalam arus utama pengambilan kebijakan. Dalam jajaran 210 kepala daerah di APKASI, kehadiran dia bersama beberapa bupati NTT lainnya menandakan kepercayaan terhadap peran strategis daerah Timur.
Pelantikan yang digelar di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, dihadiri sejumlah menteri yaitu Mendagri Tito Karnavian, Menteri Desa, Menko Pangan, dan Menkop UKM, serta para wakil Ketua DPR dan DPD. Kehadiran mereka menegaskan fungsi APKASI sebagai mitra strategis dalam menerjemahkan kebijakan nasional hingga tingkat desa dan kabupaten.
Falent Kebo bukan hanya wakil sekretaris. Ia adalah wakil suara daerah perbatasan dan terpencil. Ia punya peluang besar untuk memperjuangkan akses alokasi anggaran pusat, menyoroti pembangunan infrastruktur, dan membentuk kerjasama lintas daerah demi peningkatan kesejahteraan warga.

Mendagri Tito Karnavian usai acara menyampaikan dua arahan utama, pentingnya konsolidasi organisasi yang solid serta penyusunan rencana kerja konseptual.
Menurutnya, APKASI membantu menjembatani komunikasi antara pusat dan daerah dalam menjalankan berbagai program prioritas, seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
Bupati Falent Kebo memiliki tanggung jawab besar untuk, meningkatkan representasi isu-isu Indonesia Timur seperti wilayah perbatasan dan akses desa terpencil ke meja pengambilan kebijakan nasional, dan berkolaborasi dengan bupati lain guna merumuskan rekomendasi strategis bersama, memperkuat kerangka kebijakan yang inklusif.
Penunjukan Falent Kebo sebagai wakil sekretaris jenderal APKASI adalah langkah konkret menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus sinyal kuat bahwa pemerintah pusat kini lebih peka dan terbuka terhadap aspirasi daerah Timur.
Dengan momentum ini, TTU bukan lagi kabupaten pinggiran, melainkan bagian penting dalam negosiasi kebijakan nasional. Posisi Falent Kebo akan diuji sebagai lokomotif perubahan menyatukan suara kecil ke dalam strategi besar bangsa.






