Kabupaten Malang, ZonaNusantara – Kedatangan seorang warga bernama Hadi Wiyono alias Pak Dur ke gedung DPRD Kabupaten Malang berujung protes emosional terhadap efektivitas kinerja lembaga legislatif, menyusul lambannya kejelasan hasil Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait polemik akses gate Bendungan Lahor, Karangkates, Sumberpucung.
Dalam rekaman video berdurasi 1 menit 6 detik yang beredar di media sosial, Pak Dur tampak meluapkan kekesalannya secara langsung di hadapan Sekretaris DPRD (Sekwan) Kabupaten Malang, Drs. M. Nur Fuad Fauzi, M.T., di lingkungan Kantor DPRD Kabupaten Malang.
Pak Dur menyoroti lambannya agenda rapat kedewanan dan mempertanyakan transparansi kinerja dewan dalam kurun waktu dua bulan terakhir.
Aksi protes tersebut berlangsung di tengah-tengah para anggota dewan yang sedang menjalani agenda rapat paripurna.
Menanggapi protes terbuka tersebut, Fuad Fauzi menunjukkan sikap tenang dan kooperatif.
Ia mendengarkan seluruh aspirasi yang disampaikan serta berupaya memberikan penjelasan persuasif kepada warga agar situasi tetap kondusif.
Sejumlah petugas pengamanan internal dan Satpol PP tampak bersiaga di lokasi guna mengawasi jalannya dialog antara pejabat sekretariat dewan dan pihak warga.
Polemik yang dipersoalkan oleh warga bermula dari tindak lanjut hasil RDPU penyelesaian akses gate Bendungan Lahor yang sebelumnya telah digelar pada Rabu, 17 Juni 2026 silam.
Peristiwa dialog terbuka ini mencerminkan dinamika hubungan antara masyarakat dan instansi pemerintah daerah dalam mengawasi kinerja serta transparansi lembaga perwakilan rakyat di Kabupaten Malang.






