Turen Istimewa 2026 Angkat Tema ‘Urip Iku Urup’, Teguhkan Turen sebagai Barometer Kebudayaan Lewat Edukasi Dini

Turen Istimewa 2026 Angkat Tema 'Urip Iku Urup', Teguhkan Turen Sebagai Barometer Kebudayaan Lewat Edukasi Dini

Kabupaten Malang, ZonaNusantara – Perhelatan budaya tahunan Turen Istimewa kembali digelar di Stadion Gunung Kembar, Jalan Stadion Timur No.47, Turen, Kabupaten Malang pada 29 Agustus hingga 5 September 2026.

Memasuki penyelenggaraan keempat kalinya, festival ini mengusung tema besar ‘URIP IKU URUP – Menyalakan Warisan, Menghidupkan Kebersamaan’ dengan fokus khusus pada pengenalan budaya sejak usia dini melalui tradisi sedekah bumi serta mengukuhkan kembali Kecamatan Turen sebagai barometer utama para budayawan.

Ketua Panitia sekaligus penggiat budaya, Gugun, menjelaskan bahwa filosofi ‘Urip Iku Urup’ dirancang bukan sekadar slogan sesaat, melainkan gerakan berkelanjutan agar hidup dapat memberi manfaat dan menjadi cahaya bagi sesama.

Dari Turen, acara ini diposisikan secara strategis sebagai titik temu budaya Malang Selatan sekaligus gerbang kreativitas masyarakat.

Baca Juga :  Dua Terduga Pelaku Pembakaran Rumah Panggung di Bone Berhasil Diamankan

“Turen bukan sekadar tempat, melainkan ruang bertemu budaya, gotong royong, UMKM, seni, dan generasi muda. Melalui semangat ini, setiap orang diajak menjadi cahaya yang menghidupkan lingkungan sekitarnya,” ujar Gugun.

Ia menambahkan, wilayah Turen dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas elemen, mulai dari desa, sekolah, komunitas, UMKM, hingga para seniman untuk bertransformasi menjadi destinasi wisata budaya tahunan yang menjadi kebanggaan kawasan.

Esensi gerakan ini diperkuat oleh penggerak budaya usia dini dari sanggar tari, Beni Gigih.

Menurut Beni, Turen Istimewa 4 (2026) dirumuskan untuk menjawab berbagai kebutuhan riil di tengah masyarakat, terutama dalam menanamkan kecintaan terhadap akar budaya pada anak-anak sejak dini melalui tradisi seperti sedekah bumi.

Baca Juga :  Spekulasi Politik Warnai Pelantikan Pj Sekda Kota Malang, Kepala Bapenda Kabupaten Malang Masuk Bursa Calon Definitif

“Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan tradisi lokal dan menguatkan gotong royong, tetapi juga menghidupkan kembali narasi historis bahwa Kecamatan Turen merupakan rumah dan barometer bagi para budayawan serta seniman,” tegas Beni.

Melalui konsistensi benang merah yang diusung setiap tahunnya, Turen Istimewa diharapkan tidak hanya berhenti sebagai tontonan hiburan, melainkan menjelma menjadi gerakan kebudayaan yang hidup, mengakar pada generasi muda, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts