Legislator Aktif Muncul, Musorkablub KONI Kabupaten Malang Wajib Ada Formatur

Legislator Aktif Muncul, Musorkablub Koni Kabupaten Malang Wajib Ada Formatur

Kabupaten Malang – Munculnya Legislator Aktif dalam bursa pemilihan usai mundurnya Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang, H. Rosyidin dari jabatannya mengakibatkan banyak pihak berspekulasi.

Bahkan, ada anggapan jika Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) tersebut hanya untuk memilih Ketua Umum (Ketum) KONI Kabupaten Malang belaka.

Padahal, H. Rosyidin merupakan Ketua Umum KONI Kabupaten Malang di periode 2024-2028, dan menyatakan mundur pada 20 Desember 2025 lalu dengan alasan gagal membawa Kabupaten Malang masuk tiga besar di Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) IX 2025, yang saat itu Malang Raya sebagai tuan rumah, termasuk Kabupaten Malang.

Penasehat Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kabupaten Malang Eryk Armando Talla mengatakan, munculnya beberapa calon tersebut, membuat warna baru dalam Musorkablub KONI Kabupaten Malang.

Baca Juga :  Jelang Pencoblosan, di Kabupaten Malang Salah satu Paslon Diduga Bagi-bagi Sembako

“Itu sangat bagus sekali, apalagi ada legislator Aktif yang ikut mencalonkan dalam pemilihan Ketum KONI,” ucapnya, saat dikonfirmasi awak media, Senin (19/1/2026).

Menurut Eryk, untuk bisa membawa KONI Kabupaten Malang maju, maka diperlukan pengurus yang paham dalam perencanaan, pengalokasian dan mengontrol anggaran (Budgeting), manajemen dalam keolahragaan.

“Untuk KONI di Kabupaten Malang itu sangat membutuhkan anggaran, maka bukan Ketum KONI saja, sekretaris dan bendahara (KSB) itu harus paham soal Budgeting dan manajemen, tapi untuk bisa kesitu maka diwajibkan adanya formatur yang dipilih oleh Ketum KONI terpisah,” jelasnya.

Eryk menegaskan, meski digelar Musorkablub untuk memilih Ketum KONI, pembentukan tim formatur diwajibkan ada, terlebih mundurnya H. Rosydin dengan alasan gagal membawa Kabupaten Malang masuk tiga besar di Porprov Jatim IX 2025.

Baca Juga :  Manajer Tim Tenis Meja Apresiasi Keberhasilan Tim Tenis Meja PWI Jatim di Porwanas XIV 2024

“Jadi, jika tim sudah gagal maka harus di ganti, Ketua terpilih nanti wajib membentuk tim formatur untuk membentuk tim yang sejalan dengan Ketum KONI terpilih,” tegasnya.

Eryk menambahkan, untuk bisa membawa KONI Kabupaten Malang lebih maju, maka diperlukan Pengurus Harian yakni Ketua, Sekretaris, dan bendahara yang bisa Budgeting dan manajemen, serta teknis keolahragaan.

“Saran saya, kepengurusan itu ada ketua Harian, dan Sekjen, dan bendahara yang dibantu oleh wakil-wakilnya yang paham dalam Budgeting dan manajemen, serta teknis keolahragaan, itu KONI Kabupaten Malang bisa maju,” tukasnya.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts