KEFAMENANU, – Yayasan Sosial Ibu Anfrida Naob baru-baru ini menggelar kegiatan Rekreasi untuk anak-anak Disabilitas dan penderita kusta di Gereja Santu Antonius Padua Sasi, Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara.
Dengan tema “Membangun Persaudaraan Dalam Kasih Yang Membahagiakan,” kegiatan ini bertujuan meningkatkan Kepercayaan Diri dan Iman para peserta dalam suasana yang menyenangkan dan mendukung.
Ketua Yayasan Sosial Ibu Anfrida Naob, Suster Maria Marcella PRR, menjelaskan alasan pemilihan lokasi di gereja yang memiliki taman doa dan patung Santa Maria Imaculata.
“Tempat ini memberikan rasa nyaman dan spiritual bagi anak-anak. Mereka dapat merasakan kekuatan iman dan lingkungan yang mendukung untuk menumbuhkan kepercayaan diri,” ujarnya.

Kegiatan rekreasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten TTU, yang menyampaikan edukasi mengenai perlindungan anak, serta bahaya kekerasan dan pelecehan seksual. Yayasan juga mengajak kelompok disabilitas dari Desa Lapeom dan tim inklusi dari desa untuk memperkuat kolaborasi dalam memberikan pendampingan yang lebih luas.
Menurut Suster Marcella, partisipasi kelompok inklusi tersebut merupakan bagian penting dari upaya yayasan dalam memperluas jangkauan pelayanan kepada anak-anak disabilitas di wilayah Naob. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Gereja Santu Antonius Padua Sasi yang mendukung penuh kegiatan ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pastor Paroki, Pater Titus Conventual, atas izin yang diberikan untuk kegiatan rekreasi ini,” ungkapnya.
MEMPERKUAT KOMITMEN PERLINDUNGAN ANAK
Di sela kegiatan rekreasi, Ketua Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Timor Tengah Utara, Martinus Seran, menyoroti pentingnya edukasi tentang kekerasan terhadap anak.

Ia mengungkapkan bahwa kekerasan terhadap anak di TTU meliputi kekerasan fisik, psikis, dan seksual, dengan kasus kekerasan seksual yang cukup tinggi.
“Hingga Oktober 2024, tercatat ada 73 kasus kekerasan seksual pada anak di TTU. Ini menjadi perhatian khusus bagi DP3A melalui forum P2TP2A untuk bekerja ekstra dalam menekan angka kekerasan seksual di lingkungan anak,” jelas Martinus.
Martinus berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat dalam hal anggaran untuk memperkuat upaya pencegahan kekerasan seksual. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi seperti Yayasan Ibu Anfrida Naob, diharapkan anak-anak di TTU dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih.
MEMBANGUN HARAPAN BARU BAGI ANAK DISABILITAS
Melalui rekreasi bersama ini, Yayasan Ibu Anfrida Naob berharap dapat memberikan ruang bagi anak-anak disabilitas untuk bebas berekspresi. Suster Maria Marcella PRR berharap kegiatan ini membantu mereka menemukan kebahagiaan dan ketenangan.
“Anak-anak ini berhak untuk bermain, menari, dan merasakan kasih dalam suasana yang damai. Semoga kegiatan ini menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri mereka,” tutupnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata Yayasan Ibu Anfrida Naob untuk mendukung anak-anak disabilitas di TTU, menjalin kasih yang kuat, dan membangun lingkungan yang penuh harapan.






