
MALANG, – Pemerintah pusat akhirnya memutuskan untuk menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, pada 11 hingga 25 Januari 2021.
Kapolres malang, AKBP Hendri Umar mengatakan pada saat PPKM, pihaknya akan mengoptimalkan kampung tangguh.
“Kami bakal optimalkan kampung tangguh,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, saat ditemui awak media usai rapat koordinasi (rakor) bersama Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang, di Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim no.7, Kota Malang, Sabtu (9/1).
Menurut Hendri, selain kampung tangguh, dirinya juga telah menyiapkan sembilan langkah strategis untuk pelaksanaan PPKM di Kabupaten Malang.
“Yang jelas kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk mengetahui penyebaran Covid-19 yang aka menentukan program kerja serta penentuan sasaran operasi, setelah itu baru kami lakukan pemetaan,” jelasnya
Setelah itu, lanjut Hendri, dirinya akan menggiatkan personil Polres Malang untuk melakukan patroli secara rutin agar masyarakat bisa menerapkan protokol kesehatan serta dan melakukan penyemprotan disinfektan.
“Selanjutnya, iami akan membahas dengan Pemkab Malang untuk pembentukan pos dan penempatan beberapa personel, kalau patroli jelas akan dilakukan,” ulasnya.
Selain itu, tambah Hendri, dirinya juga akan memaksimalkan Tim Covid Hunter dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara masif, baik itu tentang peraturan daerah (Perda) ataupun Instruksi Menteri Dalam negeri Nomor.1 tahun 2021, dan hal-hal apa yang dilarang selama PPKM disertai penerapan sanksi yang tegas.

Komandan Kodim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu, selaku Dansatgas Covid-19 Kabupaten Malang, Letkol Inf. Yusub Dody Sandra memiliki cara sendiri dalam menghadapi pandemi covid 19. Pihak TNI kata ia juga bakal memaksimalkan operasi Yustisi, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa – Bali.
“Sesuai dengan perintah Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, operasi Yustisi harus tetap ada,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut kata dia, personil yang Bertugas akan lebih ke cara humanis memberitahu (masyarakat) untuk tetap menjaga protokol kesehatan.
Menurut Yusub, dengan mengoptimalkan operasi yustisi tersebut diharapkan nanti akan mampu mendisiplinkan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan (Prokes).
“Kita harus taat akan protokol kesehatan. Karena dengan adanya PPKM ini kita harus berusaha menekan angka pertambahan (kasus) Covid-19 dan jangan sampai ada banyak kematian akibat Covid-19,” tegasnya.






