Kota Malang – Pekerjaan proyek pembangunan drainase yang tengah berlangsung di sejumlah titik di Kota Malang, membuat sebagian pelanggan Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang mengalami gangguan aliran air.
Untuk itu, Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang langsung menyampaikan permohonan maaf atas gangguan aliran air yang dirasakan sebagian pelanggan dalam beberapa hari terakhir.
Selain menyampaikan permohonan maaf, Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang juga menerjunkan Tim teknis untuk melakukan percepatan penanganan kebocoran di lapangan akibat proyek pembangunan drainase di sejumlah titik di Kota Malang.
Salah satunya proyek pembangunan drainase yang tengah berlangsung dan dilakukan oleh Bina Marga Provinsi Jawa Timur di sepanjang ruas Soekarno-Hatta.
Aktivitas alat berat proyek tersebut kerap bersinggungan dengan jaringan pipa distribusi milik Tugu Tirta. Hampir setiap hari, Tim teknis di lapangan menemukan adanya kontak alat berat dengan pipa aktif yang memicu kebocoran.
Dampaknya, aliran air di beberapa wilayah mengalami gangguan selama 1–2 hari, yang tentu berdampak pada aktivitas pelanggan maupun operasional perusahaan. Kondisi ini juga mengakibatkan Tugu Tirta harus melakukan perbaikan berulang, sehingga menambah beban teknis dan biaya operasional.
Direktur Utama (Dirut) Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, SE, S.Sos, MM. mengatakan, saat ini tim teknis sedang berjibaku melakukan percepatan penanganan kebocoran, dan pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan pelaksana proyek drainase agar lebih berhati-hati dalam bekerja, terutama di area yang berdekatan dengan jalur pipa air.
“Setiap malam kami menurunkan petugas untuk mengawal jalannya pekerjaan proyek, agar tidak kembali terjadi kontak alat berat dengan jaringan pipa. Kami juga menyiagakan tim 24 jam untuk mempercepat proses normalisasi aliran air di titik-titik terdampak,” ucapnya, Selasa (21/10/2025).
Priyo menegaskan, seluruh kerusakan yang terjadi merupakan akibat dari aktivitas pelaksana proyek drainase. Karena itu, Tugu Tirta telah meminta agar pihak terkait bertanggungjawab penuh dan menerapkan pengamanan yang lebih baik demi menghindari kejadian serupa.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas kondisi ini, dan kami terus berupaya semaksimal mungkin agar pelayanan bisa kembali normal secepatnya,” jelasnya.
Sebagai langkah bersama, lanjut Priyo, Tugu Tirta juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi kegiatan proyek di sekitar tempat tinggal masing-masing.
“Jika mendapati adanya indikasi gangguan aliran air, kebocoran, atau pekerjaan proyek yang berpotensi menyentuh jaringan pipa, dapat segera melapor melalui Hotline 0341-715103, WhatsApp 081130763119 dan juga Website www.perumdatugutirta.co.id,” tegasnya.
Hal itu, tambah Priyo sebagai bentuk komitmen Tugu Tirta untuk bertindak cepat, berkoordinasi intensif dan memastikan pelayanan air minum segera pulih seperti sediakala.
“Terima kasih atas pengertian dan kesabaran pelanggan yang terus mendukung upaya pemulihan ini,” tandasnya.
Untuk Informasi adanya potensi gangguan dan perkembangan perbaikan akan terus di update melalui seluruh kanal serta kanal sosial media resmi Tugu Tirta, diwartakan melalui radio, serta disampaikan ke perwakilan pelanggan di area terdampak.
Sebagai langkah antisipasi, pelanggan di area terdampak dapat memanfaatkan layanan air tangki gratis dengan menghubungi nomor 08113550800.
Setiap laporan pelanggan akan diprioritaskan untuk ditindaklanjuti oleh tim lapangan.





