Kabupaten Malang, ZonaNusantara – Proyek renovasi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, yang menelan anggaran fantastis senilai Rp335 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menuai sorotan tajam publik.
Fasilitas olahraga yang diproyeksikan menjadi ikon modern pasca-tragedi kelam ini justru ditemukan mengalami kerusakan parah di berbagai titik.
Ternyata, proyek prestisius itu belum resmi diserahterimakan secara fisik kepada pemerintah daerah.
Proyek strategis nasional tersebut diketahui awalnya dikerjakan oleh PT Waskita Karya dan kini berada dalam proses perbaikan ulang oleh PT Waskita Abipraya.
Beberapa area vital yang mengalami kerusakan berat seperti Plafon Jebol dan Ambruk yang terjadi di sejumlah titik strategis bangunan stadion.
Selain itu, struktur Cor juga mengelupas, hal itu menunjukkan adanya penurunan kualitas pada material konstruksi, dan terjadi retakan Beton, yang membuat celah pada dinding beton membuat air hujan masuk tanpa hambatan langsung ke dalam ruangan.
Genangan akibat kebocoran masif yang membuat banyak ruangan lumpuh total dan tidak dapat digunakan setiap kali hujan turun.
Kondisi ini memicu tanda tanya besar di benak masyarakat mengenai integritas serta kualitas pengerjaan proyek bernilai ratusan miliar rupiah tersebut, terlebih di tengah komitmen pembangunan infrastruktur berkualitas tinggi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Di sisi lain, birokrasi pemerintahan daerah dinilai masih terjebak dalam status administratif yang kaku dalam menyikapi persoalan di lapangan.
Menanggapi sorotan tajam tersebut, Pimpinan Proyek (Pimpro) PT Waskita Abipraya, Vino Pramudia, memberikan klarifikasi.
Ia membantah jika ambrolnya plafon di stadion tersebut disebabkan oleh buruknya kualitas pekerjaan konstruksi, melainkan akibat kelalaian teknis.
“Itu karena lupa mematikan AC sehingga airnya merembes ke mana-mana (plafon). Namun, saat ini sedang kami perbaiki,” ujar Vino, saat dikonfirmasi awak media, Senin (10/8/2026).
Meski demikian, desakan agar dilakukan audit independen dan pengawasan ketat terus disuarakan oleh berbagai pihak demi memastikan keamanan serta kelayakan stadion sebelum resmi diserahkan kepada publik.






