Kabupaten Malang, ZonaNusantara – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memasuki hari ketujuh pada Senin, 10 Agustus 2026.
Tim gabungan terus mengintensifkan upaya pemadaman secara masif menyusul meluasnya titik api ke wilayah Kabupaten Pasuruan, sementara wilayah Kabupaten Malang dilaporkan telah aman dari sisa bara api.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyampaikan bahwa luas lahan yang terdampak kebakaran saat ini diperkirakan mencapai sekitar 520 hektare.
“Lahan yang terbakar sekitar 520 hektare, vegetasi yang terbakar itu cemara gunung, mentigen, akasia, serta semak belukar, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,” ucap Sadono, saat dikonfirmasi, Senin 10 Agustus 2026.
Sadono menjelaskan, sebagai langkah antisipasi dan untuk memperlancar proses penanganan darurat, pihak TNBTS telah memberlakukan penutupan sementara seluruh pintu masuk kawasan wisata Gunung Bromo sejak Sabtu 8 Agustus 2026 mulai pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian.
“Untuk pintu masuk wisatawan ditutup total, baik pintu Cemorolawang (Kabupaten Probolinggo), Pintu Wonokitri (Kabupaten Pasuruan), Pos Jemplang dan Coban Trisula (Kabupaten Malang), dan Pintu Senduro (Kabupaten Lumajang),” jelasnya.
Meski demikian, Sadono menegaskan, tim gabungan mulai dari BNPB, BPBD Provinsi Jatim, BPBD Kabupaten/Kota terkait, TNBTS, TNI/Polri, Manggala Agni, Basarnas, relawan, hingga elemen masyarakat peduli api (MPA) serta lembaga non-pemerintah, terus berupaya melakukan pemadaman baik melalui udara maupun darat.
“Upaya pemadaman terus digenjot melalui sinergi lintas instansi, melalui Operasi Udara dengan Water Bombing, menggunakan Drone Water Spray, dan pemadaman melalui darat,” terangnya.
Untuk operasi udara, pada hari Minggu 9 Agustus 2026, melibatkan 3 unit helikopter milik BNPB yang beroperasi secara bergantian sesuai SOP penerbangan. Total air yang disiramkan pada hari tersebut mencapai 108.000 liter (42 rit / 7 sortie).
“Secara akumulatif, total volume water bombing yang telah dikerahkan hingga saat ini mencapai 144.800 liter,” tegasnya.
Sedangkan, untuk operasi dariat melibatkan tim gabungan dengan menggunakan armada pemadam dan tangki air dari TNBTS, BPBD Provinsi Jatim, serta BPBD Kabupaten Malang untuk melakukan pembuatan sekat bakar serta pembasahan bara api yang terjangkau di lapangan.
“Untuk hari ini (Senin 10 Agustus 2026), operasi pemadaman akan difokuskan pada kelanjutan water bombing, pemantauan dan pemetaan titik api oleh tim darat, serta patroli berkala di kawasan Bromo guna memastikan situasi kembali kondusif,” tukasnya.






