BONE – Lomba Katinting yang sedang berlangsung di sungai Nipa-Desa Cege Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menjadi sebuah tontonan yang cukup menarik bagi warga setempat. Kegiatan ini disponsori PT Temporert masih dalam rangka memperingati Hari Jadi Bone 696, dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, Sabtu (11/4/2026).
Antusiasme peserta lomba Katinting di Bone cukup tinggi, dengan peserta dari luar Sulawesi Selatan, termasuk Kalimantan, yang sudah konfirmasi akan hadir. “Sudah ada informasi bahwa besok (hari ini) Minggu peserta yang dari Kalimantan akan tiba di Bone,” ungkap Ketua Panitia, Muhammad Darwis.
Salah satu tokoh agama kharismatik (ustadz) di Mare menjelaskan dalam perlombaan ini ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi antara lain joki harus menggunakan helm, mesin perahu harus dalam kondisi normal dan baik. “Kita selalu ingatkan peserta untuk pakai helm saat bertanding dan memeriksa komponen perahu seperti mesin dalam kondisi baik,”jelas Muhammad Darwis.
Ketua Panitia yang juga tokoh agama kharismatik (ustadz) di Mare, menekankan pentingnya keselamatan peserta lomba Katinting. “Kita selalu ingatkan peserta untuk pakai helm saat bertanding dan memeriksa komponen perahu seperti mesin dalam kondisi baik,” katanya.
Muhammad Darwis menambahkan beberapa syarat teknis untuk Lomba Katinting KLS FFA:- Standar Mesin 500-550 cc (Maksimal), Piston 94 mm, Satu Perahu, Satu Mesin, Dua perahu Satu Joki (maksimal).
“Hadiah uang tunai dari PT Temporert,”ujarnya.

Dirut PT Temporert, H. Entonk, awalnya ingin memberi motor sebagai hadiah utama, tapi akhirnya setuju ganti uang sesuai permintaan panitia. “Saya mengikuti permintaan panitia yang meminta saya untuk mengganti dengan uang,” katanya.
H. Entonk, mengatakan bersedia mensponsori lomba Katinting sebagai bentuk kepedulian terhadap pemuda Desa Cege dan hiburan bagi masyarakat. Ia juga melihat potensi besar pemuda setempat di olahraga air, khususnya Katinting. “Kita mendorong mereka agar ada kegiatan yang positif,”ungkapnya.
Lomba Katinting di Mare makin meriah. Hingga 15 April 2026, acara ini bakal jadi tonton utama warga. Pedagang ramai di pinggir sungai, panitia jumbo (150 orang) ikut menghebohkan. Sungai Nipa di Desa Cege benar-benar digoyang Katinting.






