KEFAMENANU,- Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dari sektor tambang galian C dinilai masih jauh dari potensi yang seharusnya.
Anggota DPRD TTU dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Florentius Sonbay, menyoroti adanya kebocoran retribusi akibat lemahnya pengawasan dan Penarikan Pajak oleh petugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Menurut Florentius, kebocoran ini terjadi karena petugas hanya menarik retribusi dari kendaraan kecil yang mengambil material galian C untuk keperluan pribadi, sementara truk-truk milik perusahaan yang mengangkut material dalam jumlah besar ke Asphalt Mixing Plant (AMP) atau crusher justru tidak dikenakan retribusi.
“Kita mengalami kebocoran yang sangat luar biasa. Truk pengangkut material milik perusahaan dari bibir sungai ke crusher atau AMP tidak pernah ditarik retribusi. Kalau ini dibiarkan, daerah kita akan terus mengalami kerugian besar,” tegasnya usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD TTU, Jumat (7/3/2025).
Selain persoalan retribusi, Florentius juga menyoroti dampak lingkungan dari aktivitas tambang galian C di Kali Noemuti. Salah satu masalah utama yang dikeluhkan warga adalah terganggunya sistem pengelolaan air, yang berdampak pada irigasi sawah mereka.
“Permukaan air dengan bangunan penangkap air (intake) selisihnya lebih dari 2 meter. Bagaimana air bisa masuk ke intake kalau selisihnya sejauh itu?” katanya.
Dalam RDP, masyarakat menegaskan bahwa solusi yang mereka harapkan bukanlah pengerjaan saluran baru, melainkan perbaikan di intake agar aliran air bisa kembali normal.
Untuk menekan kebocoran PAD, Florentius meminta Pemkab TTU, khususnya Bapenda, agar lebih tegas dan transparan dalam penarikan retribusi tambang galian C.
Ia mengusulkan agar petugas ditempatkan di setiap bibir sungai guna memastikan seluruh kendaraan pengangkut material dikenakan retribusi sesuai aturan.
“Kalau ini dilakukan secara tertib dan transparan, saya yakin PAD kita akan meningkat secara signifikan,” pungkasnya.
Dengan adanya desakan ini, diharapkan Pemkab TTU segera mengambil langkah konkret agar potensi pendapatan dari sektor tambang galian C bisa dimanfaatkan secara optimal untuk pembangunan daerah.






