Saatnya TTU Bangkit: Dari Ketertinggalan Menuju Keberanian Berinovasi dan Menciptakan Pasar Baru

Saatnya Ttu Bangkit: Dari Ketertinggalan Menuju Keberanian Berinovasi Dan Menciptakan Pasar Baru
Fahmi

Oleh: Fahmi H. Abdullahi,SE

Tulisan ini saya buat sebagai bentuk kepedulian dan harapan bagi kemajuan daerah kita. Mewakili kelompok pengusaha yang proaktif, saya menekankan pentingnya tidak hanya menunggu peluang datang, tetapi juga menciptakan peluang itu sendiri. Kita tidak bisa terus-menerus menjadi penonton di negeri sendiri. Maka dari itu, mari kita ambil langkah nyata untuk membangun dan memajukan daerah kita. Saatnya TTU bangkit, membawa perubahan dan kemajuan. 

Langkah Bupati TTU dalam mengalokasikan anggaran untuk pembangunan hotel representatif dan stadion permanen untuk road race menunjukkan visi yang progresif dan berorientasi pada masa depan. Pembangunan infrastruktur ini bukan hanya tentang menciptakan fasilitas fisik, tetapi juga tentang membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan daya tarik daerah.

Jujur, skala pembangunan seperti ini belum bisa dijangkau swasta lokal. Dan di sinilah negara harus hadir sebagai pionir. Negara harus menjadi motor penggerak awal investasi, dan ketika infrastruktur tersedia, kepercayaan pasar akan menyusul. Kita bicara tentang multiplier effect di banyak sektor:

•Kota Kefamenanu akan siap menjadi kota event di Pulau Timor.

•Pariwisata akan hidup, karena infrastruktur pendukung sudah tersedia.

•Petani lokal punya peluang lebih besar karena produk mereka akan terserap oleh event dan tamu dari luar.

•UMKM lokal akan kebanjiran pembeli, dan ekonomi rakyat akan bergerak dari bawah.

Baca Juga :  Andi Nizar : Spirit Dari Timur

•Kita akan jadi satu-satunya kabupaten di Pulau Timor yang memiliki sirkuit road race permanen.

Bukan tidak mungkin, kita bisa jadi tuan rumah PON 2028, dan agenda balap motor regional Bali-Nusra bisa rutin digelar di TTU. Bahkan, dengan skenario realistis, hotel milik Pemda bisa balik modal dalam 5 tahun, sekaligus membuka lapangan kerja dan menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.

Menerobos cemoohan mencapai mimpi

Saya teringat kembali ke tahun 2008, saat pertama kali membangun Jabalmart Supermarket — konsep ritel modern pertama di TTU.

Waktu itu? Saya dicemooh, ditertawakan, dan diremehkan.

Katanya, “Siapa yang mau belanja model begitu di Kefamenanu?”

Tapi saya tidak mundur.

Dan kini, Jabalmart tidak hanya bertahan, tapi tumbuh dan menjadi inspirasi banyak orang.

Yang dulu mencemooh, kini ikut membuka usaha dengan model yang sama.

Inilah kuncinya:

Pengusaha menciptakan pasar, bukan menunggu pasar siap dulu.

Kalau terus menunggu, kita akan ketinggalan kereta.

Dan inilah juga penyakit lama TTU — terlalu lama dipimpin oleh pemimpin yang penakut, takut ambil risiko, takut dikritik, takut berbeda.

Akibatnya? Kita jalan di tempat. Potensi besar dibiarkan tidur.

Kompetisi Antar Daerah Sudah Dimulai — Jangan Sampai Kita Kalah Start!

Hari ini, tanpa kita sadari, kabupaten-kabupaten lain di NTT, terutama di Pulau Timor, sedang berlomba membenahi diri dan menarik investasi. Kota-kota tetangga sudah mempercantik wajahnya, menyiapkan event besar, dan membangun kepercayaan investor.

Baca Juga :  Rakor Lintas Sektoral di Mapolres Bone, Pemetaan Pengamanan Pilkada 2024 Dimulai

Kompetisi ini nyata, dan sudah dimulai.

Kalau kita masih sibuk saling menjatuhkan, saling menghalangi ide-ide besar, dan ragu-ragu melangkah, maka kita akan tertinggal lebih jauh.

Sudah bukan zamannya kita diam dan pasrah. Sudah saatnya kita dukung pemimpin yang punya visi besar dan keberanian untuk mewujudkannya. Pemimpin yang berani berpikir “out of the box” dan menjawab tantangan masa depan dengan kerja nyata.

TTU Bisa Bangkit — Asal Kita Bergerak Bersama

kebangkitan TTU tidak bisa hanya dibebankan kepada seorang bupati.

Ini tanggung jawab kolektif:

✅ Pemerintah yang berani dan punya visi

✅ Pengusaha yang tidak takut bergerak lebih dulu

✅ Masyarakat yang mau berubah dan percaya

✅ Lingkungan yang kondusif untuk investasi

Mari kita berhenti saling mencurigai, saling menjegal, dan mulai saling mendorong.

Mari kita bangun TTU dengan semangat baru.

Karena TTU bukan sekadar kabupaten kecil di perbatasan.

TTU adalah rumah kita, dan rumah ini layak untuk jadi besar.

TTU Bisa! Saatnya Bangkit!

Penulis : CEO JABAL GROUP

 

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts