Kota Malang, ZonaNusantara – Ribuan warga memadati kawasan Alun-Alun Tugu, Kota Malang, pada Sabtu (20/6/2026) pagi, untuk mengikuti apel akbar dan senam bersama sebagai bentuk dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Lantaran, program MBG tersebut dinilai tidak hanya memberikan manfaat pemenuhan gizi bagi para penerima, melainkan juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal melalui pemberdayaan rantai pasok pangan.
Namun, di tengah kemeriahan acara, suasana sempat terusik oleh munculnya sebuah spanduk bernada konfrontatif yang terpasang di pagar Kantor DPRD Kota Malang.
Spanduk berlatar putih dengan tulisan merah mencolok tersebut bertuliskan, “Usir Mahasiswa yang Mengaku Mahasiswa dari Bumi Arema”.
Keberadaan spanduk tersebut langsung menarik perhatian dan menjadi sorotan tajam, karena dinilai sangat kontras dengan esensi kegiatan yang seharusnya berfokus pada pesan positif dan kebersamaan.
Terlebih, sejumlah peserta aksi yang dikonfirmasi mengaku sama sekali tidak mengetahui siapa pihak yang memasang banner maupun maksud terselubung di balik tulisan tersebut.
Menanggapi kemunculan spanduk yang memicu beragam tafsir tersebut, Ketua DPC Gerindra Kota Malang, Moreno Soeprapto, angkat bicara.
Ia mengaku sempat melihat spanduk itu secara langsung dan langsung mempertanyakan asal-usulnya karena khawatir adanya upaya provokasi dari pihak luar.
“Saya sempat lihat juga itu dan saya juga sempat menanyakan adanya spanduk tersebut. Takutnya ada yang menyusupi dan memprovokasi,” ujar Moreno saat dikonfirmasi, Sabtu (20/6/2026).
Moreno menjelaskan bahwa kapasitas kehadirannya dalam acara tersebut adalah sebagai undangan, sehingga ia sempat kesulitan untuk berkoordinasi mengenai penurunan spanduk tersebut.
Kendati demikian, ia meminta masyarakat dan peserta aksi untuk tidak terpancing dan tetap menjaga kondusivitas.
“Saya berharap (masyarakat) tetap positif, tenang, dan sabar. Karena saya datang karena undangan, jadi saya juga bingung mau minta diturunkan (spanduknya) bicara ke siapa. Kalau pun ada kejadian seperti itu, ini menjadi evaluasi bersama agar jangan sampai ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan momentum,” tambahnya.
Di akhir keterangannya, Moreno mengimbau kepada semua pihak untuk lebih cermat dan bijak dalam melihat situasi agar agenda-agenda positif di Kota Malang tidak dinodai oleh kepentingan yang dapat memecah belah warga.





