Tiga Desa di Bone Terancam Gagal Panen Akibat Kekeringan 

Tiga Desa Di Bone Terancam Gagal Panen Akibat Kekeringan 
Ist

BONE, zonanusantara – Sedikitnya terdapat tiga desa di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan terancam gagal panen tahun ini akibat kekeringan. Ketiga desa dimaksud berdasarkan data yang diperoleh antara lain Desa Lemo Ape, Desa Melle, Kecamatan Palakka serta Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo. Dampak dari kekeringan berkepanjangan petani di sejumlah desa terancam gagal panen.

Pantauan di salah satu lokasi benih padi yang sudah ditanam tampak tidak subur lantaran airnya mengering dan bahkan tanah retak akibat aliran air tidak ada.

Musim kekeringan berkepanjangan ini kini melanda wilayah lain di Sulawesi Selatan. Ribuan hektar sawah mengalami dilanda musim paceklik

Rasyidi, seorang petani di Desa Mattanete Bua, mengatakan rata-rata lahan persawahan yang seharusnya sudah menghijau dan siap dipanen kini rusak. Rasyid menambahkan lahan miliknya di Desa Lemo Ape, tanahnya retak, tanaman padi layu dan mati karena tidak ada pasokan air. Kondisi ini menyebabkan petani lain terancam gagal panen.

” Kami pastikan pak, kerugian akan cukup besar kali ini akibat gagal panen. Semua sawah yang tak terjangkau air akan mengalami kekeringan parah dan mematikan tanaman padi kami,” ungkap Rasyidi, Jumat (14/8/3026).

Baca Juga :  Kenang Bupati Bone, AYP Ucapkan Bela Sungkawa

Rasyidi menambahkan, bukan hanya lahannya yang terdampak. Beberapa petani lain di sekitarnya juga mengalami hal yang sama.

“Memang pak, lahan kami ini hanya mengandalkan tadah hujan. Tapi baru kali ini betul-betul parah, sehingga banyak petani lainnya menjerit karena pasti akan merugi,” tambah Rasyidi.

Hal senada disampaikan Dg. Parani, warga Desa Lemo Ape. Ia menyebut hasil panen tahun 2025 lalu masih melimpah. Dalam satu hektarnya bisa mencapai 80 karung.

“Tahun kemarin memang kami bisa dapatkan dalam satu hektarnya 80 karung. Tapi kali ini sekarung pun mungkin tak bisa kami dapatkan,” ungkap Dg. Parani.

Ada Desa yang selamat karena pompanisasi

Namun tidak semua wilayah di Bone terdampak. Beberapa desa di Kecamatan Barebbo seperti Kelurahan Apala dan desa sekitarnya masih bisa panen melimpah. Hal itu karena sistem pengairannya baik dan terbantu oleh program pompanisasi.

Baca Juga :  Jadwal Siaran Liga 1 Minggu ini, Persib Bandung vs TR-Kabo dan Arema FC vs Persipura

“Walaupun mungkin pemerintah membantu kami dengan pengadaan alcon atau pompa air, tetap tak akan bisa menolong. Pasalnya di lahan kami memang tak ada air untuk bisa diisap selain hanya mengandalkan hujan yang turun,” jelas Dg. Parani.

Para petani berharap Pemerintah Daerah segera merespons kondisi darurat ini. Mereka meminta dilakukan kajian mendalam terhadap penyebab kekeringan dan pemetaan desa-desa yang paling parah terdampak.

Langkah mitigasi yang mendesak dibutuhkan, seperti penyaluran bantuan pangan dan bibit unggul tahan kekeringan untuk musim tanam berikutnya. Selain itu, evaluasi terhadap sistem irigasi dan pengelolaan sumber daya air juga perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang. Reporter: Subaer

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts