Air Mata Jatuh Sebelum Janji Suci

Air Mata Jatuh Sebelum Janji Suci
Andi Nizar Alfaidzin Abbas menyeka air mata di depan kedua orang tua

Catatan Yosef Naiobe- Penulis Sastra

Kebahagiaan tidak selalu diekspresikan dengan tawa. Suka cita pun tidak selalu dirayakan dengan pesta. 

Ada perasaan lain yang tak sanggup diungkapkan dengan kata-kata. Ia jatuh, berupa air mata. Hal itu tergambar jelas saat prosesi siraman Andi Nizar Alfaidzin Abbas, S.H. berlangsung Sabtu pagi, 20 Juni 2026 di kediaman orang tuanya di Bone. Air mata Dr. Andi Abbas, S.H., M.H. dan Hj. Nuraliah Ramly, S.Pd.I., M.M. tumpah saat membasuh kaki putra sulungnya. Begitu pula Andi Nizar, pelukannya lama terlepas dari kedua orang tua.

Air mata itu menyimpan sejuta makna. Ia menjadi saksi bisu, restu, dan haru sebelum akad suci. Kala gejolak perasaan berkecamuk merobek sukma, hanya air mata yang paham.

Baca Juga :  Kebakaran di Kelurahan Palmerah Hanguskan Rumah Warga

Prosesi siraman yang diawali pengajian itu menjadi pembuka rangkaian Mapaci menuju akad nikah Andi Nizar dengan Tasya Nurul Annisa di Masjid Agung Bone, Senin 22 Juni 2026.

Bagi keluarga Bugis, air mata di momen siraman adalah bahasa lain dari bahagia. Bahasa restu yang tulus dari orang tua kepada anak yang akan memulai lembaran baru.

Puncak akad nikah Andi Nizar dengan Tasya Nurul Annisa dijadwalkan Senin, 22 Juni 2026 di Masjid Agung Bone. Resepsi pernikahan direncanakan Sabtu, 27 Juni 2026 di Hotel Claro Makassar.

 

Related posts