Tanam Perdana di Tanah Kelahiran, Mentan Amran Sulaiman: Produksi Pangan Naik, Indonesia Beri Makan Dunia

Tanam Perdana Di Tanah Kelahiran, Mentan Amran Sulaiman: Produksi Pangan Naik, Indonesia Beri Makan Dunia
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr H Andi Amran Sulaiman MP saat memberikan arahan dalam kegiatan tanam perdana tanah kelahirannya di Dusun Dekko, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre

BONE–Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr H Andi Amran Sulaiman MP, menyaksikan kegiatan tanam perdana di Dusun Dekko, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, pada Senin, 15 Januari 2023. Dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran menegaskan komitmennya untuk meningkatkan produksi pangan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Tanam Perdana Di Tanah Kelahiran, Mentan Amran Sulaiman: Produksi Pangan Naik, Indonesia Beri Makan Dunia

Menteri Amran Sulaiman menyampaikan misi mulia yang menjadi fokusnya, yaitu mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Bone dan menjadikannya sebagai pemimpin di sektor pertanian. Dengan tekad yang kuat, Mentan Amran berharap dapat menjadikan Bone sebagai pionir dalam ketahanan pangan.

“Bone harus menjadi leader swasembada pangan. Kita memiliki mimpi besar untuk memberi makan dunia,” tegas Menteri Pertanian.

Mengatasi permasalahan pupuk menjadi prioritas utama dalam kabinet keduanya. Mentan Amran menyampaikan bahwa ia telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 14 triliun untuk penambahan pupuk. Salah satu langkah revolusioner yang diambil adalah penggunaan Kartu Tani yang digantikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP), memudahkan petani dalam mendapatkan pupuk.

Baca Juga :  Gabungan Mahasiswa di Malang Siap Kawal Keputusan MK

“Sulitnya akses pupuk karena harus menggunakan kartu tani, sekarang kita ubah, sudah bisa gunakan KTP,” ungkap Mentan Amran.

Selain itu, Menteri Pertanian juga menyoroti masalah solar. Dalam upayanya untuk meningkatkan produksi nasional, Mentan Amran menghubungi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mempermudah akses solar. Ia meminta surat rekomendasi yang cukup ditandatangani oleh kepala desa untuk mendapatkan solar. Kelancaran distribusi solar juga diminta untuk dipantau oleh aparat terkait.

“Saya minta surat rekomendasi cukup ditandatangani kepala desa. Tolong Pak Dandim, Kapolres dipantau kelancaran solar. Kita harus tingkatkan produksi secara nasional,” tutur Mentan Amran.

Menteri Amran Sulaiman juga mengingatkan akan dampak serius krisis pangan yang tengah melanda beberapa negara. Ia menyebut bahwa krisis pangan dapat memicu konflik sosial dan krisis politik. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya ketahanan pangan untuk menjaga stabilitas negara.

“Kalau krisis ekonomi, petani makmur karena bisa ekspor pangan. Tapi kalau krisis pangan terjadi, bisa terjadi konflik sosial, krisis politik,” ujar Mentan Amran.

Baca Juga :  100 Hari Kerja BerAmal, Pemerintah Hadir Nyata di Tengah Rakyat Bone, Bupati Ingin Petani Kaya, Anak Tak Putus Sekolah, dan Pelayanan Tak Lagi Jauh

Dalam mengakhiri sambutannya, Menteri Pertanian optimis bahwa Indonesia akan terus meningkatkan produksi pangan dan berkontribusi dalam penyediaan pangan global. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersatu dalam mendorong sektor pertanian.

“Bersatu kita gerakkan pertanian. Tolong jangan lagi dipolemikkan pupuk. Insya Allah dewupakaasiri to ugie (red. Saya tidak akan permalukan kita orang Bugis),” pungkasnya.

Turut hadir mendampingi Menteri Pertanian adalah Dirjen Tanaman Pangan, Dirjen PSP, Kepala Badan BSDMP, Wakasad, Pangdam, PJ Bupati Bone HA Islamuddin, Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin, COE AAS Community Andi Amar Ma’ruf, Yasir Machmud, Kadis Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Bone, Andi Asman Sulaiman, Kapolres, Dandim, dan Kajari. (*)

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts