Tekan Pengangguran Vokasi, BBPPMPV BOE Malang Genjot Kompetensi Guru 

Tekan Pengangguran Vokasi, Bbppmpv Boe Malang Genjot Kompetensi Guru 

Malang, ZonaNusantara – Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang, Dr. Anwar Sidarta, S.Si., M.Si., menegaskan urgensi peningkatan kompetensi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Penguatan melalui pelatihan terfokus dan magang industri dinilai menjadi kunci utama untuk menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sekaligus memastikan lulusan vokasi semakin terserap di dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menurut Anwar, kualitas lulusan SMK sangat ditentukan oleh figur pendidik di depan kelas. Guru memegang peran strategis hingga lebih dari 60 persen dalam membentuk kompetensi serta kesiapan kerja para siswa.

“Sangat optimistis. Trennya semakin membaik. Penerimaan dunia kerja terhadap lulusan SMK dari hari ke hari semakin bagus,” ucap Anwar, usai membuka Forum Konsultasi Publik (FKP) di kampus BOE Malang, Selasa (28/7/2026).

Untuk menjaga tren positif tersebut, BOE Malang menggembleng para pendidik melalui program menyeluruh. Para guru SMK tidak hanya dilatih di laboratorium kampus BOE, tetapi juga diterjunkan langsung untuk magang di lini produksi industri nyata.

Baca Juga :  Mentan Andi Amran Sulaiman Kunjungi Bone, Cek Persiapan Kunjungan Presiden Jokowi di Awangpone

Tak berhenti di ruang industri, BOE Malang juga menurunkan tim khusus untuk melakukan pendampingan lanjutan di sekolah masing-masing setelah pelatihan usai.

“Kami pastikan ilmu dan keahlian yang didapat dari industri benar-benar ditransfer kepada para siswa. Dengan begitu, kita melahirkan lulusan vokasi yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Anwar.

Sebagai Balai Besar di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, BOE Malang mengelola enam bidang keahlian utama, yakni Otomotif, Elektronika, Mesin, Bangunan, Teknologi Informasi, dan Manajemen Vokasi.

Sesuai nomenklatur, bidang otomotif dan elektronika tetap menjadi fokus utama. Namun, BOE Malang melakukan terobosan progresif dengan melatih guru-guru mata pelajaran umum seperti Matematika, Bahasa Inggris, dan IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial).

Gaya pengajaran diubah total; mata pelajaran dasar tersebut tidak lagi diajarkan secara teoretis kaku, melainkan dikemas menjadi mata pelajaran terapan yang terintegrasi langsung dengan praktik kejuruan.

Membawahi wilayah kerja yang membentang luas hingga mencakup 11 provinsi, BOE Malang kerap menghadapi tantangan berupa keterbatasan kuota anggaran pemerintah di tengah tingginya animo guru.

Baca Juga :  Proyek Revitalisasi Alun-alun Tugu Kota Malang Dinilai Lamban

Untuk mengatasi kendala tersebut, BOE Malang meluncurkan program pelatihan daring (online) khusus untuk materi teoretis dan kompetensi ringan. Inovasi ini terbukti berhasil memperluas jangkauan layanan kepada para pendidik di berbagai daerah.

Selain itu, demi mendekatkan diri dengan masyarakat luas, BOE Malang juga membuka ruang kolaborasi melalui Program Pelatihan PNBP, dengan pelatihan mandiri berbasis Penerimaan Negara Bukan Pajak bagi masyarakat umum.

Selain itu, untuk Fasilitas pendidikan yang disewakan ke publik berdasarkan tarif resmi dari Kantor Pelayanan Kekayaan dan Lelang Negara (KPKNL).

Berkat konsistensi mutu dan inovasi pelayanan tersebut, BOE Malang secara konsisten mencatatkan rapor sangat baik berdasarkan survei kepuasan pelanggan yang digelar secara berkala setiap triwulan.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts