Kota Malang – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk melakukan rehabilitasi jalan di sekitar area pasar Gadang tampaknya dapat dipastikan akan dilakukan di tahun 2026 ini, tepatnya usai Lebaran tahun ini.
Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat M.M mengatakan proyek perbaikan jalan di area Pasar Induk Gadang Kota Malang akan terealisasi usai Lebaran tahun 2026 ini dengan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) 2026 dari Pemerintah Pusat.
“Hasil dari pertemuan bersama Dirjen Bina Marga dan Kementerian PU kemarin, usulan kami untuk perbaikan jalan di Pasar Induk Gadang disetujui, kami ajukan banyak usulan untuk bantuan, dan rata-rata usulan kami disetujui,” ucapnya, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (2/1/2026).
Sebagai informasi, proyek rehabilitasi jalan di area pasar induk Gadang tersebut telah diunggah di Layanan SIRUP tahun 2025 dengan nama kegiatan Belanja Konstruksi Rehabilitasi Jalan Pasar Gadang dan Gadang-Bumiayu, Kelurahan Gadang.
Kedua kegiatan proyek tersebut telah diajukan dalam tender pada bulan Januari 2025, dengan menggunakan anggaran DAK melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang.
Untuk Belanja Konstruksi Rehabilitasi Jalan Gadang-Bumiayu, Kelurahan Gadang tersebut memiliki Pagu sebesar Rp. 8.441.759.000, dengan ID tender 54615364.
Sedangkan, Belanja Konstruksi Rehabilitasi Jalan Pasar Gadang Kelurahan Gadang, memiliki Pagu sebesar Rp. 7.952.501.000 dengan id tender Nomor 54615726.
Kedua proyek itu batal dilakukan akibat adanya efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat, dan di tahun 2026 ini dipastikan akan dilakukan dengan menyasar kawasan jalan kembar dan juga jalan-jalan sirip sebagai akses pendukung di sekitar pasar.
“Jadi ada 2, jalan yang seperti jalan kembar itu, tengahnya ada median, termasuk juga jalan-jalan sirip yang di sekitar pasar Gadang. Itu sudah akan kita benahi juga,” jelas Wahyu.
Menurut Wahyu, belanja konstruksi rehabilitasi Jalan tersebut dilakukan bertujuan untuk mengatasi kemacetan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
“Perbaikan jalan itu harus dilakukan, tapi kami juga menunggu pedagang untuk memindahkan kios-kiosnya ke tempat yang telah ditetapkan,” terangnya.
“Pedagang masih menunggu waktu, katanya nunggu lebaran. Mereka khawatir kalau pada saat masuk pelanggannya bingung, akhirnya kita kasih waktu. Setelah hari raya mereka nanti akan bongkar sendiri karena lahan penggantinya juga sudah siap,” tambahnya.
Setelah pembongkaran kios yang dilakukan secara mandiri oleh pedagang, barulah perbaikan jalan dilaksanakan. Wahyu mengaku komunikasi dengan pedagang telah rutin dilakukan.
“Komunikasi terus kita lakukan karena yang membangun untuk di sana itu kan pedagang, semua biayanya pedagang. Jadi kita nggak mengeluarkan biaya, cuma kita gratiskan biaya sewa saja,” tukasnya






