Oleh Agus Thuru – Bali
Air mata akhir Agustus
Luruh depan gedung para wakil rakyat
Kibarkan bendera hitam
Teriakan menekan kuasa gelap
Bubarkan! Bubarkan!
Kaki-kaki goyah
Berdiri depan gedung parlemen
Kibarkan bendera amarah
Teriakan menampar jabatan
Kami sudah muak!
Beribu jiwa menutup Agustus
Serukan pulihkan amanat rakyat
Asap mengepul menyatu awan
Teriakan turun kamu dari tahta
Adalah puisi dari nurani jelata
Wajah-wqjah kecewa
Suarakan suara hati nurani
Korban jiwa adalah mahar
Yang harus dibayar demi negara
Puisi pun ditulis dengan darah
Aku pun menutup Agustus
Dengan luka hati tersayat
Terasa perih kupandang wajah negeri
Aku pun tetap berpuisi
Menuang butir cinta Pertiwi
Denpasar, 30.08.2025






