Oleh Yosef Naiobe
Tak selamanya seiring jalan, se-ia sekata. Cinta selalu ditepis pada persimpangan tak tentu arah
Tak ada jalan yang tak berbelok arah. Hanya gelombang laut yang selalu setia kembali ke samudera, Walaupun dipermainkan gravitasi bumi.
Bertahun telah berlalu kita berada dalam pusaran cinta, Meneguk anggur yang sama dalam satu piala, namun dengan rasa yang berbeda.
Aku sadar, gelombang perasaan yang menerpa dinding hati ini seolah mengirimkan pesan, cinta itu egois, tidak tulus pada kejujuran dan mengingkari kesetiaan.
Terkadang aku berpikir akan menemukan dermaga yang meneduhkan, tempat cinta berlabuh. Namun hanya ilusi yang semu,
Seperti mimpi malam yang basah tak berwujud rupa oleh gerimis yang melambai pada gaun tipis selembut sutra.
Kini senja pun samar pada burung camar yang terbang rendah kembali pulang.
Makassar Minggu 31-08- 25.






