Anggota DPR RI Gelar Bimtek Budidaya Kelapa di Daerah Perbatasan

Anggota Dpr Ri Gelar Bimtek Budidaya Kelapa Di Daerah Perbatasan
Foto Lius Salu

KEFAMENANU – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Yohanis Fransiskus Lema, S.IP, M.Si atau yang akrab disapa Ansy Lema menggelar bimbingan teknis (bimtek) tentang perkebunan tanaman kelapa di tiga kabupaten di perbatasan.

Kegiatan bertajuk “Budidaya dan Ekonomi Petani Kelapa” ini dilaksanakan di Kabupaten Malaka, Belu dan Kabupaten Timor Tengah Utara dalam waktu berbeda.

Bimtek tersebut mengedukasi 300 petani dan penyuluh dari wilayah yang memiliki potensi perkebunan khususnya tanaman kelapa.

“Perlu ada komoditas perkebunan unggulan di tiga kabupaten perbatasan ini. Sebagai beranda terdepan republik, tiga kabupaten ini harus mampu menghasilkan komoditas yang menjadi kekhasan daerah,”ujar Ansy ketika memberikan sambutan secara virtual pada Sabtu, 25 Maret 2023.

Menurut dia, upaya pemerintah pusat memperkuat semua daerah perbatasan dengan persepsi beranda depan, harus didukung dengan kerja gotong-royong sampai ke daerah, sehingga wilayah-wilayah tersebut memiliki fondasi ekonomi yang kuat dari komoditas lokalnya.

“Kelapa merupakan salah satu tanaman perkebunan yang bisa menjadi komoditas lokal unggulan dari ketiga daerah ini,”lanjutnya dalam paparan materi bimtek.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, drh. Januaria Maria Seran menyatakan, upaya membangun komoditas lokal unggulan telah disiapkan dalam rencana kerja pengembangan perkebunan di Malaka.

Baca Juga :  Bupati Bone Kendalikan Rakor Strategis dari Jakarta, Komitmen Bersama Menuntaskan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

“Sinergi kerja sama dengan Pak Ansy Lema dapat membantu daerah untuk mewujudkan harapan tersebut,” ujarnya dalam sambutan pada pembukaan bimtek di Betun, Malaka.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gerardus Mbulu, SE menyatakan, upaya peremajaan tanaman kelapa di Belu sudah dimulai tahun lalu.

“Program peremajaan tersebut didukung dengan bantuan 11.000 anakan kelapa hasil perjuangan Pak Ansy Lema. Kini semua petani sasaran telah menanam semua anakan tersebut dengan harapan mampu menambah luas kawasan peremajaan hingga 100 hektar,” ujarnya dalam sambutan pada bimtek di Atambua, Belu.

Sementara Plh Sekertaris Dinas Pertanian Kabupaten TTU, Laurensius Foni menyambut baik budidaya kelapa di Kabupaten TTU yang digaungkan Ansy Lema.

Menurutnya, bimtek budidaya kelapa sangat bagus untuk melihat lahan-lahan kering potensial yang ada untuk dimanfaatkan secara baik demi meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

“Tanaman kelapa mempunyai banyak manfaat. Batangnya bisa digunakan untuk bangun rumah. Terpurung bisa digunakan sebagai arang, air kelapa untuk kesehatan, pelepahnya untuk sapu lidi, isinya bisa untuk buat minyak kelapa atau VCO. Sehingga kedepan kita berharap lahan kering potensial yang ada perlu dimanfaatkan untuk budidaya kelapa,”ungkap Laurensius yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pada Dinas Pertanian Kabupaten TTU.

Baca Juga :  Korban Laka Laut Ditemukan, Dua Selamat Tiga Meninggal Dunia

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr Bernard de Rosari, yang hadir sebagai narasumber dalam ketiga bimtek mengatakan, kebanyakan kelapa yang ada di wilayah NTT merupakan warisan dari generasi sebelumnya. Kesadaran generasi baru untuk menanam kelapa semakin berkurang.

“Mereka menyebut diri petani kelapa, tetapi itu karena proses panen dan pemeliharaan. Sedikit sekali yang menanam, karena sejak lahir dan tumbuh besar pohon kelapa itu sudah ada, tanaman warisan. Petani kelapa hari ini harus menanam kelapa, sehingga ada peremajaan, ada perluasan, ada warisan bagi generasi selanjutnya,”ujarnya.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts