BONE, Zonanusantara.com – Di tengah membludaknya antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bone, praktik pelayanan terhadap pelangsir yang menggunakan jeriken masih terus terjadi.
Kondisi antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di beberapa SPBU Bone semakin memprihatinkan. Kelangkaan pasokan dan lonjakan permintaan membuat pengendara harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM.
Ironisnya, di tengah panjangnya antrean yang didominasi kendaraan roda empat, petugas SPBU masih terlihat melayani pembelian BBM menggunakan jeriken yang diduga kuat milik para pelangsir.
Sejumlah sopir dan warga pengantri mengaku kesal dan telah menegur petugas agar lebih mengutamakan kendaraan.
“Kami sudah antre berjam-jam, bahkan dari subuh menunggu. Tapi masih saja diperlakukan seperti anak tiri. Padahal aturannya kan harusnya kendaraan dulu baru jeriken,” ungkap Jahid, salah seorang sopir truk, dengan nada kesal di salah satu SPBU di Bone, Sabtu (1/8).
Warga dan sopir menilai praktik tersebut berpotensi memperparah kelangkaan BBM bersubsidi. Pembelian dalam jumlah besar menggunakan jeriken diduga dilakukan pelangsir untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
“Jika ini dibiarkan terus, akan semakin memperparah kelangkaan BBM di Kabupaten Bone. Ini juga menyulitkan masyarakat umum yang benar-benar membutuhkan BBM untuk keperluan sehari-hari,” tegas Arman, warga pengantri.
Para pengantri berharap pemerintah dan aparat terkait lebih serius mengawasi distribusi BBM. Mereka juga meminta langkah tegas untuk menertibkan SPBU yang masih membandel dan memberikan sanksi kepada para pelangsir.
“Segera tertibkan. Jangan sampai yang diutamakan malah pelangsir, sementara masyarakat kecil yang butuh untuk kendaraan malah tersiksa antre,” ujar salah satu warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun Polres Bone terkait pengawasan terhadap praktik pelayanan jeriken di SPBU. (Subaer)






