Kabupaten Malang, ZonaNusantara – Suasana malam akhir pekan di Jalan Watudakon, Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, mendadak berubah menjadi lautan kepanikan pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Sebuah pohon mahoni raksasa setinggi 25 meter tiba-tiba ambruk secara brutal dan menghantam para pengendara yang tengah melintas.
Di balik tragedi yang meremukkan kendaraan dan melukai banyak jiwa ini, tersimpan fakta yang memilukan.
Pohon tersebut diduga kuat sengaja dibakar pada bagian batangnya oleh pihak tak bertanggung jawab, menjadikannya perangkap maut bagi pengguna jalan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyampaikan bahwa pohon jenis mahoni tersebut memiliki ukuran yang sangat besar.
“Pohon itu jenis mahoni dengan diameter raksasa antara 300 hingga 400 sentimeter, yang kehilangan kekuatannya setelah bagian bawahnya diduga dibakar oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Sadono saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (1/8/2026).
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang, batang raksasa tersebut tumbang dan menutup total badan jalan raya. Insiden ini seketika menghantam tiga sepeda motor matic serta satu unit mobil yang sedang melaju.
“Robohnya pohon mahoni itu tak hanya meremukkan bodi kendaraan, tetapi juga merusak fasilitas umum, termasuk tiang papan reklame (sign pole) minimarket di dekat lokasi kejadian,” jelas Sadono.
Suasana di lokasi seketika mencekam diiringi jerit tangis warga yang bergegas mengevakuasi para korban dari reruntuhan dahan dan ranting tebal.
Setelah menerima laporan darurat pada pukul 18.32 WIB, tim Pusdalops PB dan TRC BPBD Kabupaten Malang bersama unsur Muspika Pakisaji, PMI, serta belasan elemen relawan dan tenaga medis langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
“Tim langsung bergerak setelah ada laporan, dengan menggunakan chainsaw, petugas bersama warga berjibaku memotong batang pohon raksasa yang melintang demi membuka kembali akses lalu lintas yang sempat lumpuh total,” tegasnya.
Seluruh proses penanganan dan pembersihan jalan akhirnya rampung sepenuhnya pada pukul 20.05 WIB.
Dalam peristiwa tersebut, sebanyak delapan orang dilaporkan mengalami luka-luka, mulai dari kategori ringan hingga sedang, dengan sebagian besar korban mengalami patah tulang dan pendarahan hebat.
Para korban langsung dilarikan secara darurat ke dua rumah sakit berbeda untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Untuk yang dirujuk ke RSSA Malang ada 2 orang, yakni Hartiwi (46), warga Pringu, Bululawang, dengan mengalami nyeri pada kedua bahu, dugaan fraktur (patah tulang), serta luka parah di bagian bibir dan hidung disertai pendarahan, dan Sri Rahayu (38), warga Genengan, Pakisaji.
Sedangkan, yang dirawat di RSU Ben Mari ada 6 orang, yakni Abi (23), warga Kendalpayak mengalami luka patah tulang lengan kanan bawah, Arif Susilo (44), warga Genengan, dengan menderita patah tulang tertutup pada bagian tulang selangka (klavikula).
Kemudian, Algifari (10), bocah yang mengalami trauma mendalam akibat insiden tersebut, Lafifatul (27), warga Karangduren, Ghania (7), anak-anak yang turut menjadi korban luka, dan Muhammad Mukhlis (29), warga Karangduren.






