Kabupaten Malang, ZonaNusantara – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pengprov Jatim) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menegaskan pentingnya penguatan unit terkecil masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.
Hal tersebut mengemuka dalam rangkaian Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang dipusatkan di Kabupaten Malang, di mana isu krusial seperti pencegahan fenomena fatherless (ketiadaan figur ayah) dan sinergi pola asuh (parenting) menjadi sorotan utama.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., dalam keterangannya menyoroti bahwa perubahan gaya hidup di era digital membawa dampak langsung terhadap dinamika relasi dalam keluarga.
Oleh karena itu, kehadiran negara dan pemerintah dinilai esensial untuk mendampingi keluarga agar tidak berjalan tanpa arah.
“Momen Harganas ini menunjukkan bahwa kalau kita mau membangun bangsa dan negara, tidak selalu hanya dengan membangun jalan atau mendirikan gedung sekolah. Tetapi unit yang paling penting, yaitu keluarga, butuh kehadiran pemerintah, bukan sesuatu yang otomatis dibiarkan berjalan alami tanpa kehadiran pemerintah,” ujar Emil, saat ditemui di area Pendopo Kabupaten Agung, Rabu (29/7/2026).
Emil juga menjelaskan bahwa paradigma keluarga berencana saat ini telah bertransformasi.
Perencanaan keluarga tidak lagi sekadar urusan alat kontrasepsi, melainkan upaya memastikan setiap pasangan memiliki visi yang matang sejak sebelum menikah hingga mengasuh anak, mengubah pola pikir dari ‘gimana nanti’ menjadi ‘nanti gimana’.
Terkait fenomena fatherless, Emil menekankan bahwa pengasuhan anak mutlak memerlukan kerja sama (teamwork) yang seimbang antara ibu dan ayah.
Peran keduanya memiliki porsi dan nilai yang tidak dapat saling menggantikan. Ia juga mengingatkan para orang tua agar senantiasa menjaga komunikasi terbuka guna melindungi anak dari pengaruh buruk lingkungan luar.
“Jangan sampai komunikasi itu putus. Karena kalau anak jadi korban bullying, atau ada yang menawarkan hal-hal tidak baik, anak belum bijak untuk menilai. Pengalaman saya, anak-anak bisa terpengaruh vape, bayangkan kalau itu ternyata narkoba yang berbahaya. Jadi, kehadiran ayah dan ibu bersama-sama sangat penting,” pesan Emil.
Kepala Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, S.H., M.M., menambahkan bahwa indikator keberhasilan ketahanan keluarga mencakup siklus kehidupan yang komprehensif.
Ruang lingkup tersebut dimulai dari fase calon pengantin, masa kehamilan, menyusui, tumbuh kembang balita, hingga masa lansia melalui program Bangga Kencana.
“Itu semuanya siklus kehidupan diurus dari Kependudukan Bangga Kencana. Tentunya dengan perencanaan-perencanaan yang ada, sesuai dengan tahapan-tahapan, itu semuanya akan dilalui. Apapun yang direncanakan pasti hasilnya akan baik,” tegasnya.
Sebagai tuan rumah penyelenggaraan, Bupati Malang HM Sanusi menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Malang dalam mewujudkan keluarga yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
“Untuk membentuk keluarga sehat, kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan memberikan sosialisasi pembinaan keluarga sehat. Yang kedua, gizi masyarakat kita jaga agar tercukupi, dan yang ketiga, pendidikan dasar harus terpenuhi,” ungkap Sanusi.
Rangkaian Harganas di Kabupaten Malang ini turut diisi dengan apresiasi berupa penyerahan penghargaan dari kementerian kepada para kepala daerah dan tim penggerak PKK atas langkah konkret dalam menjalankan program prioritas pembangunan keluarga, yang diharapkan mampu menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan di tengah masyarakat.






