BONE, Zonanusantara.com – Praktik judi sabung ayam di Ellue, Kelurahan Pappolo, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, diduga kuat mendapat perlindungan dari oknum aparat penegak hukum.
Perjudian dengan omzet ratusan juta rupiah itu dinilai sangat meresahkan warga. Beberapa sumber menyebut, setiap kali arena sabung ayam beroperasi, sejumlah oknum polisi terlihat hadir di lokasi dan tampak akrab dengan para pelaku. Hal ini memperkuat dugaan adanya keterlibatan aparat dalam pembiaran praktik perjudian tersebut.
Kepala Kelurahan Pappolo, M. Mahir, menyayangkan maraknya aktivitas tersebut. Melalui pesan singkat, Selasa lalu, ia mengaku telah berkoordinasi dengan Babinsa setempat agar segera ditindaklanjuti.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Babinsa. Semoga bisa segera ditindak tegas,” ujar M. Mahir, dihubungi Selasa lalu.
Warga berharap Kapolres Bone segera bertindak tegas. Selain meresahkan, aktivitas sabung ayam berskala besar itu juga mengganggu warga sekitar karena padatnya lalu lintas kendaraan saat arena dibuka.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, praktik judi sabung ayam di Ellue semakin marak dan terorganisir. Namun arena itu seolah kebal hukum.
“Susah Pak, karena diduga di dalamnya ada aparat yang ikut menjaga dan menjamin. Warga sebenarnya sudah resah dengan judi sabung ayam ini, tetapi banyak yang takut untuk bersuara,” ungkapnya.
Warga lain juga mengaku sering melihat beberapa oknum aparat berkunjung ke lokasi dan terlihat akrab dengan pengelola. Pemandangan itu semakin memperkuat dugaan adanya hubungan antara oknum penegak hukum dengan pengelola judi.
Seorang pelaku judi sabung ayam yang kerap hadir di lokasi membenarkan bahwa arena Ellue terbilang aman dan rapi. Karena itu, banyak pecinta ayam jago dari luar Kabupaten Bone datang untuk bertaruh.
“Judi sabung ayam itu aman karena ada dugaan pengelolanya dibekingi oknum polisi. Kalau malam Minggu itu banyak yang datang dari luar dan taruhannya cukup besar, kadang sampai ratusan juta,” jelas pelaku yang minta namanya dirahasiakan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Bone terkait dugaan keterlibatan oknum anggotanya (Subaer)






