KEFAMENANU,- Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) bersama Bank NTT Cabang Kefamenanu menggelar rapat evaluasi akhir tahun 2024 terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD), Rabu (15/1/2025).
Rapat ini menjadi momentum penting dalam memetakan capaian dan merancang strategi untuk mengoptimalkan penerimaan daerah pada tahun mendatang.
Kepala Bappenda TTU, Yuventus Kabelen, menyatakan bahwa kolaborasi dengan Bank NTT menjadi kunci untuk mempercepat digitalisasi sistem pembayaran pajak dan retribusi daerah.
Transformasi ini tidak hanya mempermudah wajib pajak, tetapi juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan PAD.
“Pembayaran non tunai memberikan banyak keuntungan, seperti meminimalkan risiko dalam sistem penagihan tunai dan mempermudah akses pembayaran melalui berbagai kanal online seperti ATM, mobile banking, dan QR Code (QRIS),” ujar Yuventus.
Bank NTT, sebagai mitra strategis dalam percepatan digitalisasi daerah, berkomitmen mendukung pengelolaan PAD secara modern.
Adi M. Pontus, Pimpinan Bank NTT Cabang Kefamenanu, menjelaskan bahwa digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membangun kepercayaan wajib pajak terhadap sistem pengelolaan yang transparan.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat terus meningkatkan indeks elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD), yang sudah naik dari peringkat 23 menjadi 15 di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Target kami, posisi ini terus membaik di tahun 2025,” kata Adi.
Selain itu, Bank NTT juga berkontribusi langsung pada PAD melalui bagi hasil (dividen) sebagai salah satu pemegang saham, serta jasa bank yang dihasilkan dari transaksi non tunai pemerintah daerah.

Sebagai bagian dari upaya digitalisasi, Bank NTT aktif mengedukasi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) untuk beralih ke transaksi non tunai.
Adi menambahkan, pihaknya bahkan memberikan insentif sederhana seperti minyak goreng 1 liter untuk mendorong aktivasi mobile banking.
Dengan berbagai inisiatif ini, Bappenda TTU dan Bank NTT berharap optimalisasi PAD dapat berjalan maksimal, mendukung pembangunan daerah, dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Digitalisasi bukan hanya tentang efisiensi, tetapi juga langkah maju menuju pengelolaan keuangan daerah yang lebih transparan dan modern,” pungkas mantan Pimpinan Cabang Bank NTT Atambua itu.






