BISA Gelar Workshop Terkait Cuci Tangan Pakai Sabun

Bisa Gelar Workshop Terkait Cuci Tangan Pakai Sabun

Bisa Gelar Workshop Terkait Cuci Tangan Pakai Sabun

Kefamenanu,- Better Investment for Stunting Alleviation (BISA) menggelar Workshop pemangku kebijakan terkait Cuci Tangan Pakai Sabun dan Gizi Remaja di wilayah Kabupaten BISA.

Chip of Party BISA, Prima Setiawan mengatakan, Better Investment for Stunting Alleviation (BISA) adalah paket intervensi terpadu untuk mendukung program Pemerintah Indonesia melalui intervensi gizi-spesifik dan gizi sensitif untuk menurunkan stunting sebagaimana tertuang dalam Strategi Nasional Percepatan
Penurunan Stunting 2018-2024.

Dikatakan, BISA dijalankan melalui kerjasama Save the Children dan Nutrition International dalam periode 2019-2024 dan bertujuan untuk mengurangi stunting dengan meningkatkan status gizi dan perilaku hidup sehat anak perempuan remaja, wanita, usia reproduksi, dan anak-anak di bawah usia dua tahun di dua Provinsi-Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Barat.

Target BISA, kata Prima, adalah mengimplementasikan pelatihan dan
pendampingan untuk keluarga 1000 Hari pertama serta remaja.

“Strategi program BISA adalah mendorong terjadi perubahan perilaku di level individu dan masyarakat melalui
pendekatan sosial dan komunikasi perubahan perilaku, penguatan sistem kesehatan dan kapasitas tata kelola perencanaan dan penganggaran pemerintah,”katanya kepada wartawan, Jumat (5/02/2021).

Kabupaten BISA, sebut Prima, mencakup dua Kabupaten yakni Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Kupang.

Di Kabupaten, fokus BISA persentasi stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat
31,3% di Kabupaten Timor Tengah Utara dan 33,9% di Kabupaten Kupang.

Baca Juga :  Desa Lampoko Dikunjungi Peserta KKL Wilhan Pasis Dikreg Seskoad, Kadis Asman: Wujud Nyata Ketahanan Pangan

Kehadiran BISA di dua Kabupaten fokus, urai Prima diharapkan berkontribusi terhadap
penurunan stunting pada anak dibawah dua tahun.

“Target intervensi BISA di tahun 2021
melakukan intervensi di II Puskesmas,20 desa, 20 SMA dan 38 SMP di TTU.
Sementara di Kabupaten Kupang di II Puskesmas, 49 SMA dan 44 SMP yang tersebar di 5 Kecamatan,”ungkapnya.

Dikatakan, kegiatan terkait dengan penguatan praktik Cuci Tangan Pakai Sabun pada remaja dan peningkatan praktik konsumsi tablet tambah darah dan kesadaran gizi pada remaja akan
dilakukan melalui penguatan intra dan ekstra kurikulum.

Untuk itu diperlukan kesepakatan
bersama para pengambil kebijakan di tingkat Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan serta para Kepala Sekolah untuk mendukung perubahan perilaku remaja melalui sekolah.

Setelah kesepakatan para pengambil kebijakan tersebut, imbuh Prima, nantinya akan dilanjutkan rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas secara berjenjang dari tingkat kabupaten hingga ke tingkat sekolah.

Kegiatan workshop, menurut Prima bertujuan untuk yang pertama, memberikan gambaran kegiatan dan target yang akan didukung oleh BISA yang dilaksanakan oleh Save the Children terkait Cuci Tangan Pakai Sabun dan Gizi Remaja untuk remaja di Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Utara.

Baca Juga :  BerSEAnergi Tanpa Batas! PIS Salurkan Bantuan Literasi ke Sekolah Luar Biasa

Kedua, mendapatkan gambaran kebijakan integrasi kesehatan dan gizi ke dalam kurikulum
dan kegiatan ekstrakurikuler di SMP.

Ketiga mendiskusikan dan menyepakati poin-poin rencana integrasi dukungan perubahan perilaku terkait cuci tangan pakai sabun dan gizi remaja melalui integrasi kurikulum dan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah. Dan keempat menyepakati rencana tindak lanjut kegiatan

Output dari kegiatan Workshop, lanjut Prima, adalah yang pertama, terpaparnya para pemangku kepentingan terkait rencana kegiatan dukungan BISA Save the Children terkait Cuci Tangan Pakai Sabun dan Gizi Remaja.

Kedua, terpaparnya staf BISA tentang kebijakan integrasi kesehatan dan gizi ke dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler di SMP.

Ketiga, kesepakatan tentang rencana integrasi dukungan perubahan perilaku terkait cuci tangan pakai sabun dan gizi remaja melalui integrasi kurikulum dan kegiatan ekstra
kurikuler di sekolah dan rencana tindak lanjut kegiatan.

Amatan wartawan, Workshop pemangku kebijakan di Kabupaten TTU melibatkan 59 peserta dari Dinas PKO Kab. TTU, Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Kepala Sekolah dari 39 SMP, Calon District Trainers serta Tim BISA (Save the Children dan

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts