Kabupaten Malang, ZonaNusantara – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang memberikan penjelasan komprehensif terkait alokasi dana hibah senilai Rp550 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 kepada Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Malang, menyusul sorotan publik terhadap transparansi penggunaan anggaran dari pos Dana Alokasi Umum (DAU) tersebut.
Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Astri Lutfiatunnisa, menegaskan bahwa Dekranasda berkedudukan sebagai organisasi nirlaba yang berfungsi sebagai wadah untuk menghimpun, memayungi, membina, serta mengembangkan produk kerajinan lokal.
Organisasi ini menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memajukan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya pada industri kreatif, kriya, dan fesyen.
“Dekranasda itu salah satu organisasi yang mewadahi pengrajin, baik pengrajin batik, kriya, maupun fesyen,” ujar Astri.
Salah satu program ikonik yang telah berjalan adalah inisiasi Batik Garuda oleh Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Malang, Hj. Anis Zaidah Sanusi (Umik Anis).
Kebijakan kewajiban mengenakan Batik Garuda bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Malang dinilai efektif mendongkrak perputaran ekonomi perajin lokal sekaligus menciptakan identitas baru bagi daerah.
“Selain sektor batik, anggaran tersebut juga dialokasikan untuk pengembangan fesyen dan kriya aksesoris melalui pelatihan lanjutan,” jelas Astri.
Untuk itu, lanjut Astri, Disperindag bersama Dekranasda Kabupaten Malang rutin mempertemukan perajin serta penjahit lokal dengan desainer profesional untuk meningkatkan kualitas corak, desain, dan menekan angka pemborosan bahan baku produksi.
“Kami sering adakan pertemuan dengan para perajin serta penjahit lokal bersama desainer, agar mereka bisa lebih profesional dan memiliki trobosan baru,” tegas Astri.
Untuk memperluas penetrasi pasar, para perajin turut difasilitasi dalam berbagai ajang pameran tingkat regional maupun nasional, serta diarahkan untuk menjangkau wisatawan mancanegara, seperti melalui partisipasi dalam peluncuran logo hari jadi daerah yang dihadiri oleh wisatawan asing.
Terkait distribusi pembinaan, Disperindag memastikan bahwa program pelatihan dan pengembangan disalurkan secara merata di 33 kecamatan di Kabupaten Malang, dengan penentuan peserta yang didasarkan pada tingkat keseriusan melalui seleksi alam dari berbagai program pelatihan sebelumnya.






