Kota Malang, ZonaNusantara – Persiapan kontingen atlet pelajar Kota Malang menjelang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV Jawa Timur 2026 diwarnai isu tak sedap.
Sejumlah atlet dilaporkan masih dibebani biaya pendidikan oleh pihak sekolah, sebuah kondisi yang memantik kritik keras dari kalangan legislatif Kota Malang.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Malang, Danny Agung Prasetyo, menilai situasi tersebut sangat mencederai semangat pembinaan atlet muda di daerah.
Ia mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk segera mengambil langkah nyata dengan mengalihkan anggaran kegiatan luar daerah yang dinilai kurang mendesak.
Salah satu yang disorot Danny adalah rencana anggaran agenda retreat luar daerah yang diperkirakan mencapai Rp300 juta.
“Sekarang lagi heboh atlet Popda disuruh membayar biaya pendidikan. Daripada anggaran hingga Rp300 juta digunakan untuk retreat, lebih baik alokasi tersebut dialihkan untuk membantu para atlet Popda ini,” tegas Danny, Minggu (11/10/2026).
Danny, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Kota Malang, memahami betul rumitnya proses melahirkan serta menjaring bibit-bibit atlet berbakat.
Menurutnya, pemerintah daerah sepatutnya memberikan apresiasi penuh, salah satunya dalam bentuk jaminan pendidikan atau beasiswa.
“Saya pernah di KONI dan paham betul bagaimana sulitnya kita mencari atlet berprestasi. Atlet yang berjuang membawa nama daerah perlu diberi apresiasi dan reward. Beasiswa itu adalah bentuk penghargaan paling mendasar bagi mereka, khususnya di bidang olahraga,” lanjutnya.
Isu beban biaya pendidikan ini diharapkan dapat segera direspons oleh dinas terkait dan Pemkot Malang. Langkah cepat dibutuhkan agar para atlet pelajar yang akan berlaga di Popda XV Jatim dapat fokus penuh mengejar prestasi tanpa terbebani masalah finansial sekolah.






