BONE–Desa Sumaling pagi itu tampak seperti biasa — sunyi, hangat, dan sederhana. Namun, di rumah Ibu Satriana, Senin (7/7) lalu menjadi hari yang tak akan pernah ia lupakan. Pagi itu, senyum haru menghiasi wajahnya ketika petugas dari PT PLN (Persero) UP3 Watampone datang membawa kabar baik: sambungan listrik gratis melalui program Light Up The Dream (LUTD).
Program sosial ini bukan sekadar memasang kabel dan meteran listrik. Bagi Satriana, yang selama ini hidup dalam keterbatasan, hadirnya listrik ibarat membuka pintu harapan. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Listrik ini akan sangat membantu kami. Terima kasih banyak PLN sudah peduli pada orang kecil seperti kami,” tutur Satriana, matanya berkaca-kaca menatap bohlam pertama yang akhirnya menyala di rumahnya.
Light Up The Dream lahir dari kepedulian insan PLN untuk mewujudkan mimpi keluarga prasejahtera yang masih gelap gulita di malam hari. Melalui program ini, mereka dibantu mendapatkan instalasi listrik rumah tangga yang aman, layak, dan gratis.
Perwakilan PLN UP3 Watampone yang hadir menyerahkan langsung bantuan tersebut pun menaruh harapan besar. “Semoga sambungan listrik ini menjadi awal baru yang membawa produktivitas, kesehatan, dan kenyamanan bagi keluarga Bu Satriana,” ujar salah seorang petugas.
Bagi PLN, listrik bukan hanya sekadar urusan bisnis, tetapi juga kepedulian sosial. Di balik sambungan kabel, ada asa yang disalurkan agar semakin banyak mimpi bisa diterangi lampu di malam hari.
PLN berharap program LUTD terus menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan. Satu rumah mungkin terlihat kecil, tetapi bagi mereka yang merasakannya, setitik cahaya bisa menjadi penuntun langkah menuju masa depan yang lebih terang.
Dengan saksi satu bola lampu yang menyala di sudut rumahnya, Satriana kini punya teman baru menemaninya menata hari. Dan di sana, di Desa Sumaling, sebuah mimpi baru pun dinyalakan. (*)






